Pengembangan diri guru merupakan salah satu determinan utama dalam konsetelasi peningkatan mutu pendidikan nasional, khususnya dalam menyongsong dinamika kurikulum baru dan tuntutan pembelajaran abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris seberapa besar pengaruh pemberian penghargaan (reward) terhadap tingkat pengembangan diri guru di Sekolah Menengah Atas (SMA). Melalui pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas asosiatif, data dikumpulkan dari 44 orang responden guru menggunakan kuesioner berskala Likert tertutup yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya (Cronbach's Alpha = 0,795). Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial melalui uji regresi linear sederhana. Hasil analisis deskriptif menunjukkan sebaran tingkat pengembangan diri guru mayoritas berada pada kategori Tinggi (75%) dan Sedang (25%), dengan kesadaran peningkatan kompetensi internal sebagai indikator terkuat (Mean = 4,64) sedangkan keaktifan komunitas belajar/MGMP serta karya ilmiah menjadi indikator terendah (Mean = 3,75). Hasil analisis inferensial membuktikan adanya pengaruh positif dan signifikan dari pemberian penghargaan terhadap pengembangan diri guru (t_hitung = 5,214 > t_tabel = 2,018; Sig. = 0,000 < 0,05). Koefisien determinasi (R Square) bernilai 0,393, mengindikasikan bahwa pemberian penghargaan berkontribusi sebesar 39,3% terhadap variasi pengembangan diri guru, sementara 60,7% selebihnya dikendalikan oleh faktor-faktor eksternal lain di luar jangkauan model penelitian ini. Rekomendasi strategis diarahkan kepada penataan sistem rekognisi kelembagaan berbasis meritokrasi guna mengakselerasi produktivitas profesionalisme pendidik.
Copyrights © 2026