Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepatuhan UMKM peternakan bebek terhadap penerapan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), dengan studi kasus pada UD Haikal di Kecamatan Bambel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui wawancara dengan pemilik dan pengelola usaha, observasi serta dokumentasi pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan UD Haikal terhadap penerapan SAK EMKM masih rendah. Pengelolaan keuangan dilakukan secara sederhana, pencatatan keuangan belum lengkap dan tidak konsisten, serta belum terdapat pemisahan antara keuangan pribadi dan keuangan usaha. Selain itu, rendahnya pemahaman pemilik usaha terhadap SAK EMKM dan tidak adanya pendampingan akuntansi menjadi faktor utama yang menghambat penerapan standar tersebut. Ketidakpatuhan terhadap SAK EMKM juga berdampak pada keterbatasan akses UD Haikal terhadap pembiayaan dari lembaga keuangan formal. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menyoroti pentingnya faktor kontekstual usaha dan kualitas sumber daya manusia dalam penerapan SAK EMKM pada UMKM peternakan bebek di wilayah rural
Copyrights © 2026