Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketercapaian delapan dimensi profil lulusan yang meliputi keimanan dan ketakwaan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) melalui pendekatan Deep Learning. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis dengan menganalisis 20 artikel jurnal nasional berbahasa Indonesia yang dapat diakses dan relevan dengan topik kajian. Hasil analisis menunjukkan bahwa enam dari delapan dimensi profil lulusan, yaitu kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta keimanan dan ketakwaan, secara konsisten tercapai dalam pembelajaran IPS berbasis Deep Learning. Sementara itu, dimensi kemandirian menunjukkan ketercapaian yang terbatas akibat dominasi aktivitas kolaboratif, dan dimensi kesehatan hampir tidak terjangkau karena tidak menjadi orientasi utama pembelajaran IPS. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pendidik dan pemangku kebijakan untuk mengintegrasikan pendekatan Deep Learning secara lebih holistik dalam desain pembelajaran IPS di sekolah dasar.
Copyrights © 2026