Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji krisis kejujuran intelektual di era kecerdasan buatan melalui fenomena copy-paste tugas akademik mahasiswa. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai literatur seperti jurnal ilmiah, artikel akademik, buku, dan regulasi yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, plagiarisme, etika akademik, dan integritas ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan memberikan kemudahan bagi mahasiswa dalam mencari informasi dan menyusun tugas, tetapi juga memunculkan risiko penyalahgunaan, seperti plagiarisme digital, parafrase otomatis tanpa pemahaman, dan ketergantungan terhadap teknologi. Krisis kejujuran intelektual terjadi karena rendahnya kesadaran etika, tekanan akademik, serta budaya instan dalam menyelesaikan tugas. Oleh karena itu, penggunaan AI perlu diarahkan sebagai alat bantu pembelajaran yang tetap mengutamakan orisinalitas, tanggung jawab akademik, dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.
Copyrights © 2026