Penelitian ini mengkaji pendidikan adab di era disrupsi digital dan relevansinya dengan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) serta Profil Pelajar Pancasila di SMK Dwitunggal. Masalah utama yang dibahas adalah tingginya paparan siswa terhadap media digital dan menurunnya etika komunikasi di lingkungan sekolah. Menggunakan metode studi kasus kualitatif, data diperoleh melalui wawancara dengan guru PAI dan observasi langsung terhadap perilaku siswa di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan adab sangat relevan dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, khususnya dalam membentuk akhlak mulia dan kesiapan kerja siswa. Proses pembelajaran PAI menjadi ruang krusial untuk mengatasi perilaku negatif digital dan membangun moral siswa. Kesimpulannya, penguatan adab digital memerlukan keteladanan nyata dari guru serta pengawasan langsung terhadap interaksi sosial siswa di sekolah.
Copyrights © 2026