Pendidikan Islam menghadapi hambatan signifikan dalam membentuk karakter moral siswa karena meluasnya media sosial di kalangan generasi muda saat ini. Dengan meneliti krisis panutan orang tua sebagai faktor perantara, studi ini berupaya menganalisis mekanisme pengaruh media sosial terhadap moralitas siswa. Kemudian, studi ini akan membangun kerangka solusi integratif berdasarkan nilai-nilai Islam. Dengan menggunakan metode PRISMA, 47 sumber dari 187 makalah yang diambil dari Scopus, SINTA, dan Google Scholar (2022–2025) dimasukkan untuk analisis kualitatif ini. Meniru model digital, menormalisasi nilai-nilai negatif, mengganti kegiatan pembentukan karakter, dan mengembangkan identitas melalui citra diri adalah empat cara utama media sosial memengaruhi moral, menurut studi ini. Berdasarkan hasil penelitian, jelas bahwa penurunan moral siswa disebabkan oleh kombinasi beberapa faktor, termasuk kurangnya panutan orang tua yang positif dan penurunan peran tradisional keluarga sebagai madrasah. Untuk memasukkan literasi digital Islami ke dalam kurikulum pendidikan Islam secara sistematis dan bertingkat, penelitian ini mengusulkan kerangka kerja Tarbiyah Digital Berbasis Teladan (Pendidikan Berdasarkan Teladan). Kerangka kerja ini menggabungkan metode uswah hasanah dengan literasi digital dalam Islam.
Copyrights © 2026