Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi bahan bakar penggunaan biosolar dalam pengangkutan tandan buah segar (FFB) kelapa sawit dalam dua kondisi cuaca berbeda—jalan basah dan kering—di PT. Mitra Bangga Utama, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Efisiensi pengangkutan sangat penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit, khususnya dalam hal penghematan bahan bakar dan optimasi muatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung aktivitas pengangkutan FFB menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel jenuh yang diterapkan pada dua truk yang beroperasi dalam dua kondisi cuaca tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuaca secara signifikan memengaruhi efisiensi pengangkutan. Pada cuaca hujan, efisiensi bahan bakar tercatat sebesar 2,5 km/liter, dengan jarak tempuh 30 km, waktu pengangkutan 6 jam, dan kapasitas muatan 4 ton. Sebaliknya, pada cuaca kering, efisiensi bahan bakar meningkat menjadi 3 km/liter, dengan jarak tempuh 50 km, waktu pengangkutan 4 jam, dan kapasitas muatan 8 ton. Meskipun konsumsi bahan bakar lebih tinggi pada cuaca kering (17 liter dibandingkan dengan 12 liter pada cuaca hujan), transportasi lebih efektif karena jarak tempuh yang lebih jauh, waktu tempuh yang lebih singkat, dan kapasitas muat yang lebih besar. Dengan demikian, kondisi cuaca kering lebih menguntungkan untuk efisiensi bahan bakar dan produktivitas transportasi dibandingkan dengan cuaca hujan, yang menyebabkan hambatan jalan, memperlambat waktu transportasi, dan mengurangi kapasitas muat. Studi ini merekomendasikan agar perusahaan memprioritaskan transportasi selama cuaca kering dan meningkatkan infrastruktur jalan untuk meminimalkan dampak negatif dari kondisi hujan.
Copyrights © 2026