Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI TENTANG PERKOPERASIAN BAGI KELOMPOK DASAWISMA LILY KELURAHAN HARAPAN BARU KOTA SAMARINDA Sukariyan Sukariyan; Muhamad Yazid Bustomi; Budi Winarni; Rusli Anwar; Ernita Obeth; Sri Ngapiyatun; Jamaluddin Jamaluddin; Rossy Mirasari; Puspita Puspita; Arief Rahman; Humairo Aziza; Fahrizal Fahrizal; Pandu Rochman Suosa Putra; Andi Lelanovita Sardianti; Sri Marlendi; Jumri Jumri
JURNAL PENGABDIAN AL-IKHLAS UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN MUHAMMAD ARSYAD AL BANJARY Vol 11, No 1 (2025): AL-IKHLAS JURNAL PENGABDIAN
Publisher : Universitas Islam kalimantan MAB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jpaiuniska.v11i1.18820

Abstract

Salah satu upaya dalam pemanfaatan potensi masyarakat yaitu dengan berkumpul dan bekerjasama untuk mencapai tujuan dan kemajuan bersama. Masyarakat dapat membentuk kelompok atau komunitas agar dapat berinteraksi untuk mencapai kemajuan anggota masyarakat yang tergabung di suatu wilayah. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu memberikan sosialisasi pentingnya perkoperasian bagi masyarakat yang tergabung dalam kelompok dasawisma lily RT 25 Kelurahan Harapan Baru. Kegiatan dilaksanakan di ruang pertemuan dasawisma RT 25 yang berlokasi di Perum Rindang Luhur Kota Samarinda. Kegiatan dilaksanakan dengan metode ceramah, diskusi, dan tanya jawab. Peserta kegiatan diberikan materi tentang pentingnya berkoperasi, prinsip-prinsip koperasi, manfaat bagi anggota koperasi, serta bagaimana partisipasi anggota koperasi. Hasil kegiatan yaitu terbentuk koperasi dengan jumlah anggota 27 orang, dengan beberapa aktivitas yang dilakukan yaitu kegiatan simpan pinjam, dan jual beli olahan produk yang dihasilkan oleh anggota koperasi. Dengan berkoperasi masyarakat dapat saling membantu dalam mencapai kebutuhan ekonominya. Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya koperasi, dan adanya komitmen baik dari pengurus koperasi maupun anggora koperasi yang bergabung agar dapat memajukan koperasi dan dapat mensejahterakan anggota koperasi. Partisipasi anggota yang aktif akan mendukung kemajuan dan keberlanjutan koperasi yang dijalankan.
EFISIENSI BAHAN BAKAR DALAM PENGANGKUTAN TANDAN BUAH SEGAR DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT Pandhu Rochman Sousa Putra; Fandi Syukur Rahman; Arief Rahman; Muhamad Yazid Bustomi; Puspita Puspita; Fahrizal Fahrizal
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 10, No 1: Juni 2026
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v10i1.2019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efisiensi bahan bakar penggunaan biosolar dalam pengangkutan tandan buah segar (FFB) kelapa sawit dalam dua kondisi cuaca berbeda—jalan basah dan kering—di PT. Mitra Bangga Utama, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Efisiensi pengangkutan sangat penting dalam mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit, khususnya dalam hal penghematan bahan bakar dan optimasi muatan. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi langsung aktivitas pengangkutan FFB menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik pengambilan sampel jenuh yang diterapkan pada dua truk yang beroperasi dalam dua kondisi cuaca tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cuaca secara signifikan memengaruhi efisiensi pengangkutan. Pada cuaca hujan, efisiensi bahan bakar tercatat sebesar 2,5 km/liter, dengan jarak tempuh 30 km, waktu pengangkutan 6 jam, dan kapasitas muatan 4 ton. Sebaliknya, pada cuaca kering, efisiensi bahan bakar meningkat menjadi 3 km/liter, dengan jarak tempuh 50 km, waktu pengangkutan 4 jam, dan kapasitas muatan 8 ton. Meskipun konsumsi bahan bakar lebih tinggi pada cuaca kering (17 liter dibandingkan dengan 12 liter pada cuaca hujan), transportasi lebih efektif karena jarak tempuh yang lebih jauh, waktu tempuh yang lebih singkat, dan kapasitas muat yang lebih besar. Dengan demikian, kondisi cuaca kering lebih menguntungkan untuk efisiensi bahan bakar dan produktivitas transportasi dibandingkan dengan cuaca hujan, yang menyebabkan hambatan jalan, memperlambat waktu transportasi, dan mengurangi kapasitas muat. Studi ini merekomendasikan agar perusahaan memprioritaskan transportasi selama cuaca kering dan meningkatkan infrastruktur jalan untuk meminimalkan dampak negatif dari kondisi hujan.