Studi ini dirancang untuk mengkaji sejauh mana kompetensi dan penempatan jabatan berkontribusi terhadap produktivitas kerja aparatur organisasi. Kompetensi mencakup kapabilitas individu yang terwujud dalam pengetahuan, kecakapan teknis, serta orientasi sikap dalam pelaksanaan tugas, sementara penempatan jabatan dimaknai sebagai upaya organisasi dalam menyesuaikan posisi pegawai dengan kapasitas dan latar belakang keahlian yang dimiliki. Berbagai persoalan kerap muncul akibat ketidaksesuaian antara jabatan yang diemban dengan kompetensi aktual pegawai, yang berimbas pada penurunan produktivitas kerja. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif yang memadukan strategi deskriptif dan asosiatif. Instrumen kuesioner digunakan sebagai sarana utama pengumpulan data dari pegawai selaku responden. Pengujian data mencakup uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi berganda, uji t, uji F, serta analisis koefisien determinasi. Hasil analisis mengungkapkan bahwa kompetensi memberikan dampak positif dan bermakna secara statistik terhadap produktivitas kerja aparatur. Penempatan jabatan yang selaras dengan kemampuan pegawai juga terbukti mendorong peningkatan kinerja secara signifikan. Secara bersama-sama, kedua variabel membentuk pengaruh yang kuat terhadap produktivitas kerja. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kompetensi yang dibarengi penempatan jabatan yang tepat akan mendorong capaian kinerja yang lebih tinggi.
Copyrights © 2026