Anak tunawicara memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbicara yang berdampak pada proses komunikasi sehari-hari. Kondisi ini menyebabkan anak mengalami hambatan dalam menyampaikan ide, perasaan, maupun kebutuhan mereka secara verbal. Oleh karena itu, peran guru menjadi sangat penting dalam membantu mengembangkan kemampuan komunikasi anak tunawicara melalui pendekatan yang tepat dan sesuai dengan karakteristik mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam mengembangkan kemampuan komunikasi anak tunawicara di SLB Negeri Banda Aceh. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara terhadap guru. Pendekatan ini dipilih untuk memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai strategi, metode, serta pengalaman guru dalam proses pembelajaran komunikasi bagi anak tunawicara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi seperti bahasa isyarat, media visual, serta pendekatan individual untuk mendukung perkembangan komunikasi siswa. Selain itu, lingkungan kelas yang suportif, kerja sama dengan orang tua, serta keterlibatan teman sebaya juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembelajaran komunikasi. Dengan adanya sinergi antara berbagai pihak, kemampuan komunikasi anak tunawicara dapat berkembang secara optimal.
Copyrights © 2026