Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap guru terhadap motivasi belajar siswa serta efektivitas konseling Islam sebagai upaya peningkatan motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada satu subjek, yaitu siswa kelas IX-3 di Ikhwanul Muslimin bernama Eka Syafitri, yang dipilih secara purposive karena menunjukkan gejala rendahnya motivasi belajar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur konseling mengacu pada tahapan Williamson yang meliputi analisis, sintesis, diagnosis, prognosis, konseling, dan follow up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa berkaitan erat dengan sikap guru dalam proses pembelajaran. Siswa cenderung pasif, kurang fokus, dan kurang bersemangat ketika menghadapi guru yang kurang ramah dan kurang komunikatif, namun menunjukkan peningkatan semangat ketika diajar oleh guru yang bersikap baik dan menyenangkan. Setelah diberikan layanan konseling Islam melalui bimbingan individu dengan menanamkan nilai kesabaran, husnuzan, dan meluruskan niat belajar sebagai ibadah, siswa mulai menunjukkan perubahan positif dalam cara pandang terhadap belajar serta peningkatan perhatian dalam proses pembelajaran.
Copyrights © 2026