Ramadan Lubis
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Peserta Didik Kelas II Sekolah Dasar: Studi Kasus Arkan Nabil Nurhafiz Ramadan Lubis; Atikah Lestari; Della Putri Syafira; Rika Juwita Hasibuan; Miftahul Jannah Chaniago; Intan Syhara Hasibuan
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan peserta didik pada usia sekolah dasar merupakan fondasi penting bagi kesiapan anak dalam mengikuti proses pendidikan selanjutnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan moral seorang siswa kelas II MIN 3 Medan bernama Arkan Nabil Nurhafiz, serta mengidentifikasi faktor-faktor keluarga, sekolah, dan teman sebaya yang memengaruhi perkembangannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus yang melibatkan observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Arkan memiliki perkembangan yang stabil dalam lima aspek tersebut; ia menunjukkan koordinasi fisik yang baik, kemampuan berpikir konkret sesuai tahapannya, regulasi emosi yang cukup matang, interaksi sosial yang positif, serta perilaku moral yang sesuai dengan aturan kelas. Faktor rutinitas belajar 30 menit di rumah, penggunaan media konkret di sekolah, dan interaksi sebaya yang hangat menjadi pendukung utama perkembangan Arkan. Kesimpulannya, perkembangan anak sekolah dasar dipengaruhi oleh perpaduan antara faktor internal dan eksternal, sehingga kolaborasi orang tua, guru, dan lingkungan sosial sangat penting untuk mengoptimalkan perkembangan peserta didik.
Implikasi Perkembangan Apektif, Kognitif dan Psikomotorik serta Moral dan Spiritual Peserta Didik dalam Pembelajaran Pada Siswa Kelas 5 Sekolah Dasar Ramadan Lubis; Widya Amelita Dewi Asri Harahap; Ifah Auliah Sinaga; Khairan Nur Panggabean; Siti Rahayu Nadeak; Muhammad Dzakhwan Attallah
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memahami secara mendalam perkembangan afektif, kognitif, psikomotorik, moral, dan spiritual siswa sekolah dasar sebagai dasar penerapan pembelajaran yang holistik, dengan tujuan menggambarkan implikasi perkembangan tersebut pada proses belajar siswa kelas 5. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap seorang siswa dan informan kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh aspek perkembangan siswa berkembang secara positif dan saling mendukung, ditandai dengan meningkatnya kepercayaan diri, kemampuan berpikir logis konkret, keterampilan motorik yang baik, serta perilaku moral dan spiritual yang terbentuk melalui pembiasaan di rumah dan sekolah. Temuan ini menyimpulkan bahwa perkembangan peserta didik berlangsung secara terpadu dan berkontribusi signifikan terhadap efektivitas pembelajaran, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang mengintegrasikan aktivitas langsung, dukungan emosional, dan penanaman nilai untuk mengoptimalkan perkembangan siswa secara menyeluruh.
Analisis Sikap Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa: Studi Kasus dalam Perspektif Konseling Islam Rahmatilah Aini Habeahan; Azhara Dwi Lathifah; Rosanti Rosanti; Firza Sakinah; Erna Fitriani Daulay; Ramadan Lubis
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40165

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sikap guru terhadap motivasi belajar siswa serta efektivitas konseling Islam sebagai upaya peningkatan motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus pada satu subjek, yaitu siswa kelas IX-3 di Ikhwanul Muslimin bernama Eka Syafitri, yang dipilih secara purposive karena menunjukkan gejala rendahnya motivasi belajar. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Prosedur konseling mengacu pada tahapan Williamson yang meliputi analisis, sintesis, diagnosis, prognosis, konseling, dan follow up. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendahnya motivasi belajar siswa berkaitan erat dengan sikap guru dalam proses pembelajaran. Siswa cenderung pasif, kurang fokus, dan kurang bersemangat ketika menghadapi guru yang kurang ramah dan kurang komunikatif, namun menunjukkan peningkatan semangat ketika diajar oleh guru yang bersikap baik dan menyenangkan. Setelah diberikan layanan konseling Islam melalui bimbingan individu dengan menanamkan nilai kesabaran, husnuzan, dan meluruskan niat belajar sebagai ibadah, siswa mulai menunjukkan perubahan positif dalam cara pandang terhadap belajar serta peningkatan perhatian dalam proses pembelajaran.
Mengamati Kondisi Manula Melalui Kegiatan Home Visit Ramadan Lubis; Shofiatun Naila
AMI Vol 3, No 2 (2025)
Publisher : AMI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi manula (lanjut usia) merupakan fase kehidupan yang ditandai oleh perubahan menyeluruh pada aspek fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Secara fisik, manula mengalami penurunan kekuatan tubuh dan fungsi pancaindra. Pada aspek kognitif, kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi mulai menurun. Dari sisi emosional, muncul perasaan kesepian dan kebutuhan akan perhatian. Secara sosial, interaksi dengan lingkungan berkurang akibat keterbatasan fisik dan peran. Dalam aspek moral, manula cenderung melakukan refleksi diri dan menanamkan nilai-nilai kebajikan. Sementara itu, aspek spiritual semakin kuat dengan meningkatnya ibadah dan kedekatan dengan Tuhan. Artikel ini bertujuan menguraikan kondisi manula melalui kegiatan home visit sebagai upaya memahami kesejahteraan mereka secara holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa home visit berperan penting dalam memahami kebutuhan manula serta menjadi sarana dukungan sosial dan emosional yang meningkatkan kesejahteraan lansia.
Program Posyandu Lansia di Kelurahan Mabar sebagai Upaya Pemenuhan Layanan Kesehatan Dasar bagi Lansia Ramadan Lubis; Azzahra Rezekina Asrini Batubara; Khairunnisa Caniago; Sri Rizki Azzakia Marpaung; Dewi Handayani; Hafiz Maulana
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan Posyandu Lansia di Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan dasar bagi lansia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan kader Posyandu Lansia dan didukung oleh dokumentasi kegiatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan Posyandu Lansia dilakukan melalui dua bentuk, yaitu Integrasi Layanan Primer (ILP) sebagai tempat layanan tetap dan Posyandu Mobile yang menjangkau 18 lingkungan. Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan dasar, pendampingan lansia, serta rujukan ke fasilitas kesehatan bila diperlukan. Namun, pelaksanaan Posyandu masih mengalami beberapa kendala, seperti kurangnya kesadaran lansia untuk memeriksakan kesehatan secara rutin, minimnya dukungan keluarga, keterbatasan obat dan sarana, serta rendahnya kehadiran lansia laki-laki. Meskipun demikian, Posyandu Lansia tetap membantu lansia dalam menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup mereka di lingkungan masyarakat.
Mengamati Keadaan Penduduk Lansia, Ciri-Ciri, dan Tugas Perkembangan Lansia melalui Kunjungan ke Rumah Ramadan Lubis; Isnanda Marsyah Khairani; Wulan Safhani Dabutar; Syofia Nabila Purba; Nurul Masitha; Fatimah Azzahra May Putri
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati secara langsung keadaan penduduk lanjut usia (lansia), mencermati ciri-ciri khas yang muncul pada masa lansia, serta memahami tugas-tugas perkembangan yang dijalani pada tahap kehidupan tersebut. Kegiatan ini dilakukan melalui kunjungan ke rumah salah satu lansia yang direkomendasikan oleh ketua RT setempat. Metode yang digunakan adalah observasi langsung dan wawancara ringan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi fisik, kognitif, sosial-emosional, moral, psikologis, dan spiritual lansia. Hasil observasi menunjukkan bahwa lansia mengalami berbagai perubahan, Secara umum, lansia berusaha menjalani tugas-tugas perkembangan seperti penyesuaian diri terhadap perubahan peran sosial, penerimaan terhadap kondisi diri, serta peningkatan kedekatan spiritual. Melalui kunjungan ini, peneliti memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai kehidupan lansia dan pentingnya peran lingkungan dalam mendukung kesejahteraan mereka.
Karakteristik Perkembangan Anak Usia 7 Tahun Kelas 2 SD Ramadan Lubis; Amri Amri; Elisa Febriyanti; Lutfia Permatasari; Masbulan Harahap; Nur Azizah Siregar
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa usia 7 tahun merupakan periode penting dalam perkembangan anak karena menjadi tahap awal pendidikan dasar dengan peningkatan kemampuan fisik, kognitif, sosial, emosional, serta moral dan religius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik perkembangan anak kelas 2 SD melalui studi observasi terhadap seorang anak bernama Diana Angelia, berusia 7 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi langsung dan wawancara mendalam dengan orang tua serta observasi aktivitas anak di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Diana memiliki perkembangan fisik yang baik dengan motorik kasar dan halus yang optimal, tinggi badan 125 cm dan berat 27 kg, perkembangan intelektual yang sesuai usia dengan kemampuan membaca, berhitung, dan mengikuti instruksi, serta perkembangan sosial dan emosional yang baik meskipun masih membutuhkan bimbingan untuk meningkatkan kepercayaan diri saat tampil di depan kelas. Selain itu, Diana menunjukkan perkembangan moral dan religius yang positif melalui kepatuhan pada aturan, perilaku empati, dan keteraturan dalam beribadah. Secara keseluruhan, perkembangan anak usia 7 tahun dapat berjalan optimal dengan dukungan lingkungan keluarga dan sekolah yang harmonis dan stimulatif.
Mengamati Kondisi Manula Melalui Kegiatan Home Visit Ramadan Lubis; Dwi Aqilla
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi manula (lanjut usia) merupakan fase kehidupan yang ditandai oleh perubahan menyeluruh pada aspek fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Secara fisik, manula mengalami penurunan kekuatan tubuh dan fungsi pancaindra. Pada aspek kognitif, kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi mulai menurun. Dari sisi emosional, muncul perasaan kesepian dan kebutuhan akan perhatian. Secara sosial, interaksi dengan lingkungan berkurang akibat keterbatasan fisik dan peran. Dalam aspek moral, manula cenderung melakukan refleksi diri dan menanamkan nilai-nilai kebajikan. Sementara itu, aspek spiritual semakin kuat dengan meningkatnya ibadah dan kedekatan dengan Tuhan. Artikel ini bertujuan menguraikan kondisi manula melalui kegiatan home visit sebagai upaya memahami kesejahteraan mereka secara holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa home visit berperan penting dalam memahami kebutuhan manula serta menjadi sarana dukungan sosial dan emosional yang meningkatkan kesejahteraan lansia.
Mengamati Kondisi Manula Melalui Kegiatan Home Visit Ramadan Lubis; Rizky Putri; Bintang Maharani Purba; Lathifatul Husna
Komprehensif Vol 4 No 1 (2026)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kondisi manula (lanjut usia) merupakan fase kehidupan yang ditandai oleh perubahan menyeluruh pada aspek fisik, kognitif, emosional, sosial, moral, dan spiritual. Secara fisik, manula mengalami penurunan kekuatan tubuh dan fungsi pancaindra. Pada aspek kognitif, kemampuan berpikir, mengingat, dan berkonsentrasi mulai menurun. Dari sisi emosional, muncul perasaan kesepian dan kebutuhan akan perhatian. Secara sosial, interaksi dengan lingkungan berkurang akibat keterbatasan fisik dan peran. Dalam aspek moral, manula cenderung melakukan refleksi diri dan menanamkan nilai-nilai kebajikan. Sementara itu, aspek spiritual semakin kuat dengan meningkatnya ibadah dan kedekatan dengan Tuhan. Artikel ini bertujuan menguraikan kondisi manula melalui kegiatan home visit sebagai upaya memahami kesejahteraan mereka secara holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa home visit berperan penting dalam memahami kebutuhan manula serta menjadi sarana dukungan sosial dan emosional yang meningkatkan kesejahteraan lansia.
Mengamati Perkembangan Anak Usia 2 Tahun 11 Bulan Melalui Kunjungan ke Rumah Ramadan Lubis; Isnanda Marsyah Khairani; Wulan Safhani Dabutar; Syofia Nabila Purba; Nurul Masitha; Rionaldo Erlanda Efendi Purba
Pedagogik Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/pedagogik.v3i2.1581

Abstract

Perkembangan anak usia 0–5 tahun melalui kunjungan ke rumah merupakan salah satu pendekatan strategis dalam memantau pertumbuhan fisik, kognitif, sosial, dan emosional anak secara holistik. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan efektivitas kunjungan rumah sebagai metode observasi perkembangan anak usia dini. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dari serangkaian kunjungan rumah yang dilakukan oleh tenaga pendidik dan tenaga kesehatan kepada keluarga dengan anak balita. Hasil observasi menunjukkan bahwa kunjungan rumah memberikan wawasan kontekstual yang lebih mendalam terhadap kondisi lingkungan anak serta hubungan antar anggota keluarga, yang berdampak pada perkembangan anak. Selain itu, kunjungan ini memungkinkan intervensi dini dan pemberdayaan keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Temuan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan tenaga profesional dalam memantau dan merangsang perkembangan anak secara optimal sejak dini.