Penelitian ini mengevaluasi hambatan yang terjadi ketika menerjemahkan istilah-istilah makanan tradisional Indonesia yang tidak memiliki kata setara dalam bahasa Inggris. Penelitian ini difokuskan pada menu berbahasa dua di Restoran Doffee, Medan, dengan tujuan untuk mengenali teknik penerjemahan yang digunakan. Data yang dianalisis mencakup nama-nama masakan khas Indonesia yang terdapat pada menu digital restoran, beserta terjemahannya dalam bahasa Inggris. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan mengumpulkan informasi melalui dokumentasi menu digital, di mana setiap item dipilih secara sengaja. Data yang dikumpulkan diproses menggunakan analisis deskriptif dan tematik sesuai dengan lima kriteria penilaian yang sudah ditentukan. Penelitian ini menemukan tiga strategi dalam proses menerjemahkan: transference, ekivalen deskriptif, dan ekivalen budaya. Secara teoritis, hasil penelitian ini memperkuat pemahaman bahwa strategi penerjemahan berperan sebagai cara untuk melestarikan identitas budaya. Secara praktis, penelitian ini memberikan manfaat untuk memperbaiki proses penerjemahan dalam industri kuliner di tingkat internasional.
Copyrights © 2026