Agrita
Vol. 8 No. 1 (2026): June

STRATEGI PENGEMBANGAN STANDAR MUTU PASCAPANEN SAYURAN ORGANIK UNTUK MENDUKUNG PEMASARAN RITEL MODERN

Princilia Ramadhani Setya Nirwana (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur)
Wahyu Santoso (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur)
Fatchur Rozci (Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Sayuran organik merupakan produk hortikultura yang mudah mengalami penurunan mutu setelah panen, sehingga diperlukan strategi pengembangan standar mutu pascapanen untuk menjaga kualitas produk dan memenuhi kebutuhan ritel modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan standar mutu pascapanen sayuran organik pada Twelve’s Organic menggunakan metode SOAR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik quota sampling terhadap 21 responden yang terdiri atas pihak internal Twelve’s Organic dan pihak eksternal dari ritel modern. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan unsur Strengths, Opportunities, Aspirations, dan Results. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh unsur SOAR memperoleh skor tinggi, yaitu Strengths sebesar 4,53, Opportunities sebesar 4,78, Aspirations sebesar 4,77, dan Results sebesar 4,82. Kombinasi strategi tertinggi adalah Opportunities–Results dengan nilai 9,60. Strategi ini menekankan pemanfaatan peluang melalui penguatan logo organik, nomor izin edar, asal produk, pencatatan produksi, pelabelan, dokumentasi, kontrol mutu, dan kemasan. Hasil penelitian ini memberikan rekomendasi strategi bagi Twelve’s Organic dalam meningkatkan pengelolaan mutu pascapanen, memperjelas informasi produk, memperbaiki pencatatan produksi, serta memperkuat kepercayaan ritel modern terhadap produk sayuran organik.

Copyrights © 2026