Di sekolah dasar, pengendalian perilaku siswa sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan kondisi pengelolaan perilaku siswa kelas 3 di SDN Kotakulon 2, mengidentifikasi penyebab perilaku yang mengganggu, serta mengkaji metode yang digunakan guru untuk mengendalikan perilaku siswa. Dengan menggunakan observasi dan wawancara terhadap guru kelas serta kepala sekolah, penelitian ini menerapkan metodologi deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa taktik utama yang digunakan guru untuk mengendalikan perilaku siswa adalah komunikasi individu, pemberian penghargaan dan penguatan positif, berbagai teknik pembelajaran aktif, penggunaan teknologi, serta kerja sama dengan orang tua. Taktik-taktik ini berhasil meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperbaiki kondisi di dalam kelas, dan meningkatkan keterlibatan siswa. Namun, masih terdapat beberapa perilaku yang mengganggu, sehingga perlu diterapkan sanksi pendidikan yang lebih teratur. Dengan demikian, pembentukan lingkungan belajar yang ramah dan efektif dapat didukung oleh manajemen perilaku yang mengutamakan disiplin konstruktif dan kerja sama dengan orang tua.
Copyrights © 2026