Penggunaan TikTok yang berlebihan pada remaja dan dewasa awal berpotensi berkembang menjadi perilaku adiktif yang berdampak negatif pada kehidupan akademik, psikologis, dan sosial. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam munculnya adiksi tersebut adalah self-control. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara self-control dan adiksi TikTok pada remaja dan dewasa awal melalui metode studi literatur dengan teknik analisis isi terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa self-control memiliki hubungan negatif dengan adiksi TikTok, artinya semakin tinggi kemampuan self-control individu, semakin rendah risiko adiksi TikTok yang dialami. Self-control berperan sebagai faktor protektif melalui mekanisme pengawasan diri, penghambatan diri, dan pengaturan diri dalam mengendalikan penggunaan TikTok.
Copyrights © 2026