Perkembangan ilmu pengetahuan modern telah memunculkan dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum dalam pendidikan Islam sehingga menghambat terbentuknya paradigma keilmuan yang holistik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemikiran Al-Ghazali tentang integrasi Islam dan sains serta relevansinya dalam mengatasi dikotomi ilmu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka melalui analisis karya-karya Al-Ghazali, seperti Ihya’ Ulum al-Din, Al-Munqidz min al-Dhalal, dan Mizan al-‘Amal, serta literatur akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Ghazali memandang seluruh ilmu sebagai satu kesatuan yang berlandaskan tauhid. Melalui klasifikasi ilmu fardhu ‘ain dan fardhu kifayah, Al-Ghazali tidak memisahkan ilmu agama dari sains, melainkan menempatkan keduanya sesuai fungsi dan prioritasnya. Konsep ini relevan bagi pendidikan Islam kontemporer dalam membangun integrasi ilmu yang harmonis.
Copyrights © 2026