Rendahnya keaktifan belajar siswa kelas V pada mata pelajaran PPKn materi nilai-nilai Pancasila melatarbelakangi dilaksanakannya penelitian ini. Proses pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru membuat siswa cenderung pasif, jarang bertanya, serta kurang berani mengemukakan pendapat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan mengetahui peningkatan keaktifan belajar siswa kelas V SD setelah model tersebut diimplementasikan. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) kolaboratif yang mengacu pada model Kemmis dan McTaggart. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi dengan subjek penelitian berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penerapan model PBL dengan sintaks orientasi masalah, pengorganisasian belajar, pembimbingan penyelidikan, penyajian hasil karya, serta evaluasi dapat meningkatkan keaktifan siswa. Peningkatan keaktifan terlihat pada aspek bertanya, diskusi kelompok, penyampaian pendapat, dan presentasi. Berdasarkan hasil ini, disimpulkan bahwa model PBL efektif meningkatkan keaktifan belajar siswa pada materi nilai-nilai Pancasila di sekolah dasar.
Copyrights © 2026