Implementasi Kurikulum Merdeka melalui Deep Learning menuntut transformasi pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan budaya sekolah yang ramah anak, peduli lingkungan, dan inklusif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dinamika implementasi Kurikulum Merdeka melalui Deep Learning melalui pendekatan pembelajaran mendalam pada sekolah ramah anak, adiwiyata, dan inklusif di SMP Negeri 24 dan SMP Negeri 25 Surabaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi multisitus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi mendalam, dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka melalui Deep Learning di kedua sekolah berlangsung sesuai karakteristik masing-masing. SMP Negeri 24 unggul dalam penguatan budaya ramah anak, adiwiyata, pembiasaan karakter, dan digitalisasi pembelajaran, sedangkan SMP Negeri 25 unggul dalam pendidikan inklusif melalui pembelajaran berdiferensiasi dan penyesuaian layanan bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Disimpulkan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka melalui Deep Learning didukung oleh budaya sekolah yang positif, kolaborasi berbagai pihak, serta inovasi pembelajaran yang berpusat pada peserta didik.
Copyrights © 2026