Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui cara mengukur frekuensi denyut jantung Daphnia sp dan mengidentifikasi frekuensi denyut jantung dan pengaruh suhu terhadap denyut jantung Daphnia sp. Dalam praktikum ini, Daphnia diekspos pada berbagai suhu (10°C, 15°C, 20°C, 25°C, 30°C dan 35°C) untuk mengamati perubahan denyut jantungnya. Data diperoleh melalui pengamatan mikroskopis dan pencatatan jumlah denyut jantung per 15 detik diulangi sebanyak 3x. Penelitian ini termasuk kuantitatif karena hasil pengamatan yang dilakukan berupa nilai atau angka dan data-data yang disajikan juga dalam bentuk angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan suhu memengaruhi frekuensi denyut jantung Daphnia. Respons denyut jantung yang diperoleh tidak menunjukkan pola yang sepenuhnya linier, karena pada suhu tertentu terjadi peningkatan denyut jantung, sedangkan pada suhu yang lebih tinggi terjadi penurunan denyut jantung yang diduga berkaitan dengan stres termal. Temuan ini menunjukkan adanya batas toleransi fisiologis Daphnia terhadap perubahan suhu lingkungan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suhu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap denyut jantung Daphnia, yang dapat dijadikan representasi untuk memahami respons fisiologis organisme air terhadap perubahan suhu lingkungan.
Copyrights © 2026