Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi simbolik dalam ritual Tradisi Okokan di Desa Adat Kediri, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan serta mengungkap makna simbol-simbol yang terkandung dalam setiap rangkaian ritualnya. Tradisi Okokan merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Bali yang mengandung nilai religius, sosial, dan budaya yang masih dilestarikan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik penentuan informan secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi simbolik dalam Tradisi Okokan berlangsung melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penutupan ritual. Makna simbolik diwujudkan melalui penggunaan berbagai sarana upacara, seperti Banten Pejati, Banten Prayascita, dan Banten Segehan Agung yang merepresentasikan nilai penyucian, keharmonisan, perlindungan, dan keseimbangan kehidupan. Tradisi Okokan juga memiliki fungsi religius sebagai sarana bhakti dan penolak bala, fungsi sosial sebagai penguat solidaritas masyarakat, serta fungsi budaya sebagai media pelestarian warisan leluhur. Selain itu, komunikasi simbolik dalam Tradisi Okokan memberikan implikasi kognitif, afektif, dan behavioral yang berkontribusi terhadap peningkatan pemahaman, keyakinan spiritual, dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian tradisi. Dengan demikian, Tradisi Okokan tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pelestarian identitas budaya masyarakat Desa Adat Kediri.
Copyrights © 2026