Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk kesulitan belajar siswa kelas II sekolah dasar serta menganalisis peran konseling individu Islam sebagai solusi dalam mengatasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam pengalaman dan kondisi psikologis siswa dalam proses pembelajaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan catatan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami kesulitan belajar pada aspek akademik, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris, serta hambatan dalam mengikuti proses pembelajaran di kelas. Selain itu, faktor psikologis seperti rasa takut untuk bertanya dan kurangnya kepercayaan diri turut memengaruhi proses belajar siswa. Temuan juga menunjukkan bahwa siswa membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitar, baik dari guru, teman, maupun keluarga. Berdasarkan analisis teoretis, kesulitan belajar dipengaruhi oleh ketidaksesuaian metode pembelajaran dengan tahap perkembangan kognitif serta kurangnya interaksi sosial yang mendukung. Oleh karena itu, konseling individu Islam menjadi solusi yang relevan karena mampu memberikan bantuan secara personal, empatik, dan bertahap sesuai kebutuhan siswa. Dengan demikian, penerapan konseling individu Islam diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan belajar serta mendukung perkembangan siswa secara optimal.
Copyrights © 2026