Remaja putus sekolah rentan memperoleh pelabelan buruk dari masyarakat yang dapat menimbulkan tindakan perundungan (Bullying) dan melemahkan harga diri (Self-Esteem), riset ini menerapkan pendekatan kuantitatif berbasis eksperimen melalui rancangan One-Group Pretest-Posttest bertujuan menguji efektivitas pendekatan restrukturisasi kognitif dalam mengurangi Stigma Bullying serta menaikkan Self-Esteem remaja putus sekolah. Sampel penelitian melibatkan 50 remaja putus sekolah yang berada di wilayah Sulawesi Tengah, data diperoleh melalui kuesioner Stigma Bullying dan Self-Esteem, lalu diolah memakai Wilcoxon Signed Ranks Test serta N-Gain. Temuan Wilcoxon memperlihatkan angka signifikansi 0,000 (p<0,05) pada kedua variabel, yang menegaskan adanya pengaruh signifikan berupa berkurangnya skor Stigma Bullying sekaligus bertambahnya skor Self-Esteem. Walaupun perhitungan N-Gain memperlihatkan adanya kenaikan skor Self-Esteem masih berada pada klasifikasi rendah (23,56%), pendekatan restrukturisasi kognitif tersebut secara aktual dinyatakan berhasil menurut statistik dalam mengarahkan pola pikir negatif remaja menjadi lebih rasional dan membangun untuk menghadapi tekanan sosial.
Copyrights © 2026