Nur Safira Irfan
Universitas Tadulako

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Teknik Restrukrisasi Kognitif dalam Mengatasi Stigma Bullying dan Rendahnya Self-Esteem pada Remaja Putus Sekolah Muh. Yusran Diniy; Putri Putri; Nur Safira Irfan; Alamsyah R. Mangge
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.40811

Abstract

Remaja putus sekolah rentan memperoleh pelabelan buruk dari masyarakat yang dapat menimbulkan tindakan perundungan (Bullying) dan melemahkan harga diri (Self-Esteem), riset ini menerapkan pendekatan kuantitatif berbasis eksperimen melalui rancangan One-Group Pretest-Posttest bertujuan menguji efektivitas pendekatan restrukturisasi kognitif dalam mengurangi Stigma Bullying serta menaikkan Self-Esteem remaja putus sekolah. Sampel penelitian melibatkan 50 remaja putus sekolah yang berada di wilayah Sulawesi Tengah, data diperoleh melalui kuesioner Stigma Bullying dan Self-Esteem, lalu diolah memakai Wilcoxon Signed Ranks Test serta N-Gain. Temuan Wilcoxon memperlihatkan angka signifikansi 0,000 (p<0,05) pada kedua variabel, yang menegaskan adanya pengaruh signifikan berupa berkurangnya skor Stigma Bullying sekaligus bertambahnya skor Self-Esteem. Walaupun perhitungan N-Gain memperlihatkan adanya kenaikan skor Self-Esteem masih berada pada klasifikasi rendah (23,56%), pendekatan restrukturisasi kognitif tersebut secara aktual dinyatakan berhasil menurut statistik dalam mengarahkan pola pikir negatif remaja menjadi lebih rasional dan membangun untuk menghadapi tekanan sosial.
Self Regulated Learning Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Melalui Bimbingan Klasikal Di SMP Nur Safira Irfan; Azam Arifyadi; Mardi Lestari; Hasan Hasan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v5i2.1418

Abstract

Kemandirian belajar siswa SMP masih tergolong rendah hingga sedang. Sebagian besar siswa masih bergantung pada arahan guru, kurang berinisiatif dalam belajar, dan mudah terdistraksi oleh gadget serta media sosial, sehingga menghambat pencapaian kompetensi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar siswa sebelum dan sesudah intervensi, serta menguji efektivitas layanan bimbingan klasikal berbasis Self-Regulated Learning (SRL) dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa SMP. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif jenis pre-experimental dengan desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian adalah 17 siswa kelas VIII B SMP Labschool Untad Palu yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan data lengkap yang dapat dianalisis sebanyak 13 siswa. Intervensi berupa layanan bimbingan klasikal berbasis SRL diberikan sebanyak 3 sesi. Data dikumpulkan menggunakan Skala Kemandirian Belajar (40 item, Cronbach's Alpha = 0,87) dan dianalisis menggunakan uji-t berpasangan (paired sample t-test) serta uji effect size. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian belajar siswa berada pada kategori sedang, baik sebelum (mean = 106,31; 66,4%) maupun sesudah intervensi (mean = 105,69; 66,1%). Hasil uji-t berpasangan menunjukkan nilai t = -0,180 dengan signifikansi 0,860 (p > 0,05), sehingga H0 diterima dan H1 ditolak, dengan effect size yang sangat kecil (Cohen's d = -0,05). Dengan demikian, layanan bimbingan klasikal berbasis SRL sebanyak 3 sesi belum terbukti efektif secara statistik dalam meningkatkan kemandirian belajar siswa, yang diduga terkait dengan durasi intervensi yang lebih singkat dibandingkan desain ideal (8–12 sesi) serta keterbatasan desain penelitian tanpa kelompok kontrol. Disarankan penelitian selanjutnya menggunakan desain quasi-eksperimen dengan kelompok kontrol dan durasi intervensi yang lebih panjang.