Keterampilan berbicara dalam bahasa Inggris dianggap sebagai salah satu aspek terpenting dalam pembelajaran bahasa. Namun, banyak siswa mengalami kesulitan dalam berbicara bahasa Inggris karena faktor psikologis, terutama rendahnya rasa percaya diri. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh kepercayaan diri siswa terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang melibatkan 31 siswa dari berbagai latar belakang pendidikan di Indonesia. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring yang disebarkan menggunakan Google Forms. Kuesioner tersebut mengukur tingkat kepercayaan diri siswa serta persepsi mereka terhadap keterampilan berbicara bahasa Inggris. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik statistik deskriptif untuk mengidentifikasi tingkat kepercayaan diri dan kemampuan berbicara siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa memiliki tingkat kepercayaan diri yang sedang hingga tinggi dalam berbicara bahasa Inggris. Secara umum, siswa menunjukkan sikap yang positif terhadap partisipasi dalam kegiatan berbicara, mengungkapkan ide, dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa kepercayaan diri memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan keterampilan berbicara siswa, terutama dalam aspek pengucapan (pronunciation), kosakata (vocabulary), tata bahasa (grammar), kelancaran berbicara (fluency), dan pemahaman (comprehension). Siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri lebih tinggi cenderung berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan berbicara dan menunjukkan kemauan yang lebih besar untuk berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepercayaan diri memegang peranan penting dalam mendukung keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa dan perlu terus dikembangkan dalam lingkungan pembelajaran bahasa Inggris.
Copyrights © 2026