Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang digunakan guru dalam berkomunikasi dengan anak tunawicara di SLB Negeri Banda Aceh. Anak tunawicara memiliki keterbatasan dalam kemampuan berbicara sehingga memerlukan pendekatan komunikasi yang khusus dan adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam terhadap empat guru yang mengajar anak tunawicara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan berbagai strategi komunikasi seperti bahasa isyarat formal dan sehari-hari, media visual berupa gambar dan kartu, serta komunikasi nonverbal yang meliputi ekspresi wajah, gerakan tubuh, dan sentuhan emosional. Guru juga menyesuaikan pendekatan komunikasi berdasarkan kemampuan individual setiap siswa. Kendala utama yang dihadapi berupa keterbatasan pemahaman dua arah antara guru dan siswa, diatasi dengan penyampaian materi secara perlahan dan pendekatan penuh empati. Peran orang tua ditemukan sebagai faktor pendukung penting dalam keselarasan metode komunikasi antara rumah dan sekolah. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas yang memadai, serta penguatan kerja sama antara guru, orang tua, dan pihak sekolah untuk meningkatkan efektivitas komunikasi dengan anak tunawicara.
Copyrights © 2026