Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya internalisasi nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat, khususnya nilai tauhid, ikhlas, dan sabar melalui praktik ruqyah Aswaja sebagai bentuk pendidikan non formal. Praktik ruqyah tidak hanya dipandang sebagai media pengobatan spiritual, tetapi juga sebagai sarana pembinaan akidah dan pembentukan karakter religius. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi internalisasi nilai tauhid, ikhlas, dan sabar, mengetahui metode yang digunakan, serta menganalisis pengaruh lingkungan Masjid Besar At-Taqwa Kedungbanteng Tegal terhadap keberhasilan internalisasi nilai-nilai tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian meliputi pengurus masjid, praktisi ruqyah, dan jamaah yang mengikuti kegiatan ruqyah Aswaja. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai tauhid, ikhlas, dan sabar dilakukan melalui berbagai kegiatan dalam praktik ruqyah Aswaja, seperti pembacaan ayat Al-Qur’an, doa, dzikir, nasihat keagamaan, serta pembiasaan sikap religius. Metode yang digunakan meliputi metode ceramah, keteladanan, pembiasaan, dan praktik langsung. Lingkungan Masjid Besar At-Taqwa Kedungbanteng Tegal yang religius dan kondusif turut memberikan pengaruh positif terhadap keberhasilan internalisasi nilai-nilai tersebut, sehingga jamaah lebih mudah memahami, menerima, dan menerapkan nilai tauhid, ikhlas, dan sabar dalam kehidupan sehari-hari.
Copyrights © 2026