Sistem akuntansi secara konvensional secara konsisten mengabaikan nilai-nilai ekonomi aset alam, sehingga mengakibatkan underestimation terhadap kontribusi sumber daya alam dalam penciptaan nilai ekonomi dan menghambat pengambilan keputusan berdasarkan perpindahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tren publikasi, pola kolaborasi, dan distribusi geografis penelitian terkait nilai ekonomi aset alam dalam konteks integrasi Natural Capital Accounting (NCA) dan akuntansi lingkungan. Landasan teori penelitian ini Merujuk pada konsep modal alam (modal alam ), kerangka SEEA ( System of Environmental-Economic Accounting), serta teori akuntansi lingkungan yang menghubungkan pendekatan mikro korporasi dengan pendekatan makro nasional. Penelitian menggunakan metode analisis bibliometrik dengan sumber data dari database Scopus periode 2016–2026. Data digali melalui proses pencarian sistematis menggunakan kata kunci akuntansi modal alam dan akuntansi sumber daya alam , diikuti penyaringan berlapis berdasarkan tahun, bidang subjek , jenis dokumen, bahasa, dan relevansi kata kunci, hingga menghasilkan 30 artikel utama. Analisis dilakukan menggunakan perangkat VOSviewer dan Microsoft Excel untuk memetakan ko-kemunculan kata kunci, tren temporal, dan kolaborasi jaringan. Temuan menunjukkan tren peningkatan publikasi yang signifikan pasca-2020, dengan kata kunci modal alam , jasa ekosistem , dan akuntansi modal alam mendominasi jaringan penelitian. Kontribusi penelitian yang ditampilkan pada konteks global dan Tiongkok, sementara negara berkembang seperti Indonesia masih sangat minim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi NCA dan akuntansi lingkungan berkembang secara multidisipliner, namun masih terdapat kesenjangan pada harmonisasi metode penilaian, keterlibatan negara berkembang, dan pemanfaatan teknologi digital.
Copyrights © 2026