Penelitian ini bertujuan menganalisis hadis "kullu muskirin khamr wa kullu khamrin harām" melalui pendekatan ma'na-cum-magza serta mengkontekstualisasikannya terhadap fenomena tertutupnya akal di era kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan hadis sebagai sumber primer serta buku dan jurnal sebagai sumber sekunder. Analisis dilakukan melalui penelusuran makna historis (ma'na), penggalian signifikansi (magza), dan kontekstualisasi pesan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis hadis ini menegaskan keharaman segala sesuatu yang memabukkan karena merusak fungsi akal. Adapun signifikansi universalnya terletak pada pentingnya menjaga akal dan kesadaran moral sebagai bagian dari hifẓ al-'aql. Dalam konteks kontemporer, tertutupnya akal tidak hanya disebabkan oleh zat memabukkan, tetapi juga oleh fanatisme, ambisi, dan kepentingan duniawi yang mengaburkan objektivitas dan pertimbangan moral. Dengan demikian, hadis ini tetap relevan sebagai pedoman untuk menjaga kejernihan akal dan integritas moral manusia.
Copyrights © 2026