Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

REKONSTRUKSI MAKNA HADIS "KULLU MUSKIRIN KHAMR" TENTANG TERTUTUPNYA AKAL DALAM PERSPEKTIF MA'NA-CUM-MAGZA Hari Nur Evendi; M. Ahlun Najhir; RR Annisa Rodhiyah; Sheila Monicha; M. Redho; Uswatun Hasanah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 3 No 1 (2026): New Tren in Islamic Religious Educatoin
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hadis "kullu muskirin khamr wa kullu khamrin harām" melalui pendekatan ma'na-cum-magza serta mengkontekstualisasikannya terhadap fenomena tertutupnya akal di era kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan hadis sebagai sumber primer serta buku dan jurnal sebagai sumber sekunder. Analisis dilakukan melalui penelusuran makna historis (ma'na), penggalian signifikansi (magza), dan kontekstualisasi pesan hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara historis hadis ini menegaskan keharaman segala sesuatu yang memabukkan karena merusak fungsi akal. Adapun signifikansi universalnya terletak pada pentingnya menjaga akal dan kesadaran moral sebagai bagian dari hifẓ al-'aql. Dalam konteks kontemporer, tertutupnya akal tidak hanya disebabkan oleh zat memabukkan, tetapi juga oleh fanatisme, ambisi, dan kepentingan duniawi yang mengaburkan objektivitas dan pertimbangan moral. Dengan demikian, hadis ini tetap relevan sebagai pedoman untuk menjaga kejernihan akal dan integritas moral manusia.
Transformasi Makna Tradisi Sedekah Laut dalam Perspektif Hadis: Kajian Kepustakaan tentang Relasi Islam dan Budaya Lokal di Nusantara RR Annisa Rodhiyah; Sheila Monicha; Hari Nur Evendi; M. Ahlun Najhir; M. Redho; Uswatun Hasanah
Almustofa Journal of Islamic Studies and Research Vol 3 No 1 (2026): New Tren in Islamic Religious Educatoin
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji transformasi makna tradisi sedekah laut dalam perspektif hadis sebagai  bentuk relasi antara Islam dan budaya lokal di Nusantara. Tradisi sedekah laut yang semula dipahami sebagai ungkapan syukur dan permohonan keselamatan mengalami proses islamisasi dan penafsiran ulang seiring menguatnya otoritas keagamaan dan wacana pemurnian akidah di masyarakat pesisir. Penelitian ini merupakan kajian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis. Data diperoleh dari kitab-kitab  hadis, karya ulama hadis, dan literature tentang sedekah laut, Islam Nusantara, serta kearifan lokal, yang dianalisis menggunakan content analysis untuk mengungkap pola argumentasi keagaman dan   perubahan makna ritual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ulama dan tokoh agama berperan menggeser orientasi sedekah laut dari praktik yang dekat  dengan keyakinan local menuju tasyakkur kepada Allah SWT dengan penguatan symbol dan narasi keislaman, tanpa sepenuhnya menghapus ekspresi budaya setempat. Kesimpulannya, tradisi sedekah laut merepresentasikan akulturasi dinamis antara  hadis dan budaya lokal, di mana nilai-nilai tauhid ditegaskan sekaligus ruang ekspresi budaya tetap dipertahankan dalam batas-batas syariat.
NORMALISASI BAHASA ‘TOXIC’ PADA ANAK:Kajian Ma’anil Hadis atas Pengaruh Digital dan Tanggung Jawab Pendidikan Hari Nur Evendi; M. Fikri Fadil; M. Ahlun Najhir; Ibnu rizky Rahmatullah; M. Iqbal Al Palembani; Henny Yusalia
AlMurtado Journal of Social Innovation and Community Service Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : BAMALA Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah memengaruhi pembentukan karakter anak, khususnya dalam penggunaan bahasa. Penelitian ini bertujuan mengkaji fenomena normalisasi perilaku “toxic” pada anak serta menganalisis relevansi hadis dalam meresponsnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research) melalui analisis ma’anil hadis. Sumber data meliputi hadis tentang menjaga lisan, pengaruh lingkungan, dan tanggung jawab, serta didukung literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa “toxic” pada anak terbentuk melalui interaksi faktor imitasi, lingkungan sosial, dan paparan media digital yang tidak terkontrol. Analisis hadis menegaskan pentingnya pengendalian lisan sebagai dasar etika, pemilihan lingkungan sebagai faktor pembentuk karakter, serta tanggung jawab aktif orang tua dan masyarakat dalam membina anak. Dengan mengontekstualisasikan nilai-nilai hadis ke dalam realitas digital, penelitian ini menyimpulkan bahwa penanganan fenomena ini memerlukan pendekatan integratif yang menggabungkan aspek moral, sosial, dan spiritual. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan kajian hadis yang kontekstual serta menawarkan solusi aplikatif dalam pembinaan karakter anak di era digital.