Sistem pentanahan memiliki peran penting dalam menjaga keandalan dan keselamatan sistem tenaga listrik, terutama dalam menyalurkan arus gangguan ke tanah. Nilai resistansi pentanahan yang tinggi dapat menurunkan efektivitas sistem proteksi, sehingga diperlukan upaya untuk menurunkannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh campuran arang kulit pisang dan bentonit terhadap nilai resistansi pentanahan pada elektroda batang serta mengetahui komposisi optimal dan pengaruh kondisi kelembapan tanah. Metode penelitian dilakukan melalui pengukuran resistansi pentanahan menggunakan metode tiga titik (fall of potential) dengan alat digital earth tester model 4105A pada variasi komposisi campuran arang kulit pisang dan bentonit (100%:0%, 75%:25%, 50%:50%, 25%:75%, dan 0%:100%) pada kondisi kering dan basah dengan penambahan 600 mL air. Campuran bahan ditempatkan pada tabung berbentuk silinder dengan diameter 0,15 m dan tinggi 0,7 m sehingga diperoleh volume campuran sebesar 0,0124 m³. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resistansi tanah awal sebelum perlakuan adalah 52,62 Ω. Pada kondisi kering, penurunan resistansi terbesar diperoleh pada komposisi arang kulit pisang 100% sebesar 47,43% menjadi 27,66 Ω, sementara komposisi bentonit 100% justru meningkatkan resistansi menjadi 70,98 Ω. Pada kondisi basah, seluruh variasi mengalami penurunan resistansi tambahan dengan nilai resistansi yang berada pada kisaran 16,90 Ω hingga 27,32 Ω. Secara keseluruhan arang kulit pisang efektif menurunkan resistansi tanah, sedangkan bentonit bekerja lebih optimal dalam kondisi basah sehingga meningkatkan kinerja sistem pentanahan.Kata Kunci—Sistem Pentanahan, Resistansi Pentanahan, Elektroda Batang, Arang Kulit Pisang, Bentonit.
Copyrights © 2026