Sifat nonlinier yang melekat pada Zeta DCDC converter akibat proses pensaklaran periodik menyebabkan tegangan keluaran rentan mengalami overshoot besar, osilasi, dan ketidakstabilan saat terjadi gangguan, sehingga diperlukan sistem kendali untuk menghasilkan tegangan keluaran yang stabil sesuai referensi. Penelitian ini menggunakan Zeta DC– DC converter yang mampu menghasilkan tegangan keluaran lebih tinggi maupun lebih rendah dari tegangan masukan dengan polaritas yang sama (noninverting). Untuk mengatasi karakteristik nonlinier dan dinamika orde- empat pada Zeta converter, dirancang pengendali PI-Sliding Mode Control (PI-SMC) guna meningkatkan kestabilan dan kualitas regulasi tegangan keluaran. Pemodelan matematis konverter dilakukan menggunakan metode State-Space Averaging (SSA) dan divalidasi terhadap model rangkaian Simscape menggunakan metode Transfer Function Estimation (TFEST) dengan tingkat kesesuaian 96,66%. Pengujian berbasis simulasi MATLAB/Simulink dilakukan dengan menetapkan tegangan masukan 12 V dan referensi keluaran 18 V, kemudian diberikan gangguan berupa perubahan tegangan masukan (line transient), perubahan beban (load transient), serta perubahan tegangan referensi (reference tracking). Kinerja PI-SMC dievaluasi berdasarkan overshoot, rise time, settling time, deviasi tegangan, dan recovery time, kemudian dibandingkan dengan pengendali PI berbasis metode direct synthesis. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi nominal PI-SMC menghasilkan overshoot 0,16% dengan settling time 22,2 ms, jauh lebih cepat dibandingkan PI yang menghasilkan settling time 1,0559 s. Pada seluruh skenario gangguan, PI-SMC menghasilkan waktu pemulihan yang lebih cepat dan deviasi tegangan yang lebih kecil dibandingkan pengendali PI, dengan reduksi deviasi tegangan hingga 90,24% dan pemulihan waktu hingga 97,34% pada line transient. Kata Kunci— Zeta converter, DC-DC converter, PISliding Mode Control, kontroler PI, regulasi tegangan, state-space averaging
Copyrights © 2026