Pendidikan inklusif membuka kesempatan bagi setiap sekolah reguler, termasuk Sekolah Dasar (SD) untuk menerima peserta didik berkebutuhan khusus. Kondisi ini menuntut mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai calon guru agar memiliki pemahaman yang baik tentang Anak Berkebutuhan Khusu (ABK), baik dari sisi konsep maupun penerapannya dalam mata pembelajaran. Selama perkuliahan mahasiswa mempelajari materi ABK melalui mata kuliah Pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus. Namun, keterbatasan waktu perkuliahan menyebabkan materi yang diperoleh masih lebih banyak bersifat teoretis sehingga pemahaman mereka belum sepenuhnya siap untuk memperkuat pemahaman mahasiswa yang mengenai konsep ABK, jenis-jenis ABK, cara mengidentifikasi ABK, serta strategi pembelajaran yang sesuai sebagai bekal sebelum mereka melakukan observasi ke Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Stabat nantinya sebagai kegiatan pemeblajaran lapangan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi melalui ceramah yang dipadukan dengan simulasi dan pembahasan studi kasus. Peserta kegiatan berjumlah 28 mahasiswa dengan durasi kegiatan 1 – 2 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa lebih aktif terlibat dalam diskusi, mengajukan pertanyaan dan terlibat dalam penyelesaian studi kasus yang diberikan. Partisipasi tersebut menunjukkan bahwa pemahaman mereka terhadap pembelajaran bagi ABK semakin baik. Kegiatan ini sekaligus menjadi tahap awal dari rangkaian program pengabdian yang akan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke SLB Negeri Stabat
Copyrights © 2026