Ketuban pecah dini (KPD) preterm merupakan salah satu komplikasi obstetri yang meningkatkan risiko infeksi, persalinan prematur, serta morbiditas dan mortalitas maternal maupun perinatal. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan manifestasi klinis, penegakan diagnosis, dan tata laksana konservatif pada pasien dengan KPD preterm. Metode yang digunakan adalah laporan kasus deskriptif berdasarkan data anamnesis, pemeriksaan fisik, obstetri, laboratorium, ultrasonografi (USG), serta tata laksana selama perawatan. Kasus dilaporkan pada seorang perempuan berusia 22 tahun, G3P1A1, usia kehamilan 21–22 minggu yang datang dengan keluhan rembesan cairan keruh berbau amis ringan dari jalan lahir sejak satu hari tanpa disertai perdarahan. Pemeriksaan menunjukkan keadaan umum dan tanda vital stabil, tinggi fundus uteri 16 cm, denyut jantung janin 146 kali/menit, kadar hemoglobin 7,7 g/dL, serta USG menunjukkan kehamilan intrauterin tunggal hidup dengan usia gestasi 21 minggu 3 hari. Berdasarkan temuan klinis, pasien didiagnosis mengalami KPD preterm dan mendapat tata laksana konservatif berupa terapi cairan intravena, antibiotik, analgesik, proteksi lambung, kortikosteroid, istirahat, dukungan nutrisi, serta edukasi mengenai personal hygiene. Selama perawatan kondisi umum pasien tetap stabil. KPD preterm memerlukan deteksi dini, diagnosis yang tepat, serta tata laksana komprehensif untuk mempertahankan kehamilan selama memungkinkan dan meminimalkan komplikasi maternal maupun perinatal.
Copyrights © 2026