Digitalisasi sektor publik di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur menuntut ASN untuk meningkatkan literasi digital sekaligus menghadapi potensi technostress. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh technostress dan literasi digital terhadap kepuasan kerja ASN, serta menguji peran perilaku kerja inovatif sebagai variabel mediasi. Dengan pendekatan kuantitatif menggunakan PLS-SEM, data diperoleh melalui kuesioner dan diuji melalui evaluasi model pengukuran, hipotesis langsung, mediasi dengan VAF, Hasil penelitian menunjukkan bahwa technostress berpengaruh positif terhadap perilaku kerja inovatif, namun tidak berpengaruh langsung terhadap kepuasan kerja. Sebaliknya, literasi digital berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif dan kepuasan kerja, sementara perilaku kerja inovatif terbukti memediasi pengaruh technostress maupun literasi digital terhadap kepuasan kerja ASN. Secara simultan, technostress, literasi digital, dan perilaku kerja inovatif bersama-sama memengaruhi kepuasan kerja. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan kerja ASN di era digitalisasi ditentukan oleh kemampuan adaptasi dan inovasi, dengan literasi digital sebagai sumber daya utama, sedangkan technostress dapat menjadi tantangan yang mendorong lahirnya inovasi bila dikelola secara adaptif
Copyrights © 2026