Transformasi dramatis industri ritel pasca-pandemi dan disrupsi pasar e-commerce modern memicu tekanan berat terhadap stabilitas keuangan perusahaan ritel konvensional di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi secara mendalam fluktuasi kinerja keuangan serta perumusan respons strategi bisnis yang diterapkan oleh PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk sepanjang periode pengamatan 2021–2025. Metode penelitian yang diadopsi adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus melalui teknik studi kepustakaan dan dokumentasi atas data sekunder laporan keuangan tahunan auditan korporasi serta literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan adanya dinamika profitabilitas yang fluktuatif, di mana laba bersih puncak diraih pada tahun 2022 sebesar Rp351,998 miar sebelum termoderasi menjadi Rp265,28 miar pada tahun 2025 akibat pelemahan daya beli masyarakat. Pembahasan hasil melalui analisis literatur menunjukkan bahwa struktur likuiditas korporasi berada dalam kategori sangat prima (current ratio mencapai 3,7) dan tingkat solvabilitasnya sehat (debt to asset ratio stabil di angka 27%), yang secara teoretis dipengaruhi oleh bauran strategi Cost Leadership Theory melalui efisiensi beban tetap operasional secara ketat dan maksimalisasi space utilization. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa strategi defensif berupa optimalisasi gerai eksis, pengendalian leverage, dan penyesuaian bauran produk (re-merchandising) berdasarkan telaah literatur terbukti efektif menjaga kelangsungan usaha korporasi di tengah tren penurunan pendapatan makro industri ritel konvensional
Copyrights © 2026