Jurnal Ners
Vol. 10 No. 3 (2026)

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Responsive Feeding Pada Balita Stunting

Lisa Ramadhani (Universitas Andalas)
Desmawati Desmawati (Universitas Andalas)
Rinang Mariko (Universitas Andalas)



Article Info

Publish Date
30 Jun 2026

Abstract

Abstrak Stunting adalah kondisi dimana tinggi badan/panjang badan anak menurut umur (TB/U atau PB/U) dibawah -2 Standar Deviasi (SD). Penyebab stunting antara lain meliputi kekurangan gizi oleh karena itu diperlukan upaya peningkatan gizi dengan responsive feeding. Responsive feeding dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain pekerjaan, variasi asuhan dan dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan praktik responsive feeding pada balita stunting di wilayah kerja Puskesmas Dadok Tunggul Hitam. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 71 ibu yang memiliki balita stunting dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji chi-square dan regresi logistik. Hasil uji chi-square menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara pekerjaan (p-value = 0,000), variasi asuhan (p-value = 0,001) dan dukungan sosial (p-value = 0,000). Faktor yang paling dominan adalah pekerjaan dengan nilai OR = 6,997. Kesimpulan penelitian ini adalah status pekerjaan merupakan faktor paling dominan yang berhubungan dengan responsive feeding pada balita stunting. Disarankan agar puskesmas memberikan edukasi kepada orang tua terkait pertimbangan pekerjaan dan praktik responsive feeding guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Kata Kunci: Asupan makan, Balita, Gizi, responsive feeding, stunting Abstract Stunting is a condition in which a child’s height/length-for-age (HFA/LFA) is below -2 Standard Deviations (SD). One of the causes of stunting is malnutrition; therefore, efforts to improve nutrition through responsive feeding are needed. Responsive feeding is influenced by various factors, including employment status, caregiving variation, and social support. This study aimed to determine the factors associated with responsive feeding practices among stunted toddlers in the working area of the Dadok Tunggul Hitam Community Health Center. This study was a quantitative study using a cross-sectional approach. The sample consisted of 71 mothers with stunted toddlers selected using a consecutive sampling technique. Data were collected using questionnaires, while data analysis was performed using the chi-square test and logistic regression. The results of the chi-square test showed significant relationships between employment status (p-value = 0.000), caregiving variation (p-value = 0.001), and social support (p-value = 0.000) with responsive feeding practices. The most dominant factor was employment status with an OR value of 6.997. In conclusion, employment status was the most dominant factor associated with responsive feeding among stunted toddlers. It is recommended that community health centers provide education to parents regarding employment considerations and responsive feeding practices to support optimal child growth and development. Keywords: Intake, Toddlers, Nutrition, Responsive feeding, Stunting

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

ners

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Nursing

Description

Fokus Jurnal Ners meliputi bidang kajian riset keperawatan diantaranya Keperawatan Medikal Bedah, Keperawatan Maternitas, Keperawatan Gawat Darurat, Keperawatan Anak, Keperawatan Lansia, Keperawatan Jiwa, Keperawatan Keluarga, Keperawatan Masyarakat, Manajemen Keperawatan dan Terapi Komplementer ...