Kepatuhan hand hygiene merupakan kunci pencegahan Healthcare Associated Infections (HAIs). Di IGD RSUD I.A. Moeis Samarinda, kepatuhan masih rendah (45–50%) sementara angka phlebitis melonjak hingga 14,02‰. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pengetahuan dan sikap perawat terhadap kepatuhan hand hygiene serta dampaknya terhadap kejadian HAIs. Desain cross-sectional diterapkan pada 30 perawat IGD yang dipilih secara total sampling. Instrumen meliputi kuesioner pengetahuan (10 item) dan sikap (9 item), observasi kepatuhan sesuai standar WHO, serta data sekunder HAIs periode 2023–2025. Analisis menggunakan korelasi Spearman Rank. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan 29,67 (74,2%), sikap 33,20 (83,0%), namun rata-rata kepatuhan hanya 46,8%. Pengetahuan (p=0,035; r=0,386) dan sikap (p=0,021; r=0,421) berhubungan signifikan dengan kepatuhan dengan kekuatan sedang. Meski pengetahuan dan sikap tergolong baik, hanya 3,3% perawat mencapai kepatuhan 100%; beban kerja tinggi dan minimnya pengawasan menjadi faktor kesenjangan. Lonjakan phlebitis (14,02‰) sejalan dengan rendahnya kepatuhan. Simpulan: Pengetahuan dan sikap berpengaruh positif terhadap kepatuhan, tetapi penerapan aktual masih rendah. Diperlukan penguatan edukasi, monitoring berkelanjutan, dan budaya keselamatan pasien untuk menurunkan angka HAIs.
Copyrights © 2026