Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi teori konstruktivistik, humanistik, dan konektivisme dalam pembelajaran kurikulum MI/SD. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi literatur yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, dan dokumen pendukung lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teori konstruktivistik menekankan pembelajaran yang berpusat pada siswa melalui pengalaman belajar secara langsung, sedangkan teori humanistik berfokus pada pengembangan potensi, motivasi, dan aspek emosional peserta didik. Sementara itu, teori konektivisme menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dan jaringan informasi sebagai sumber belajar di era modern. Integrasi ketiga teori tersebut mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kreatif, kolaboratif, dan bermakna sesuai dengan tuntutan pembelajaran abad 21 dan Kurikulum Merdeka. Selain itu, penggunaan media digital dalam pembelajaran dapat meningkatkan literasi digital, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, serta kerja sama siswa. Namun, penerapan pembelajaran berbasis teknologi masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas, akses internet, dan kesiapan guru dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari sekolah, guru, dan orang tua agar proses pembelajaran dapat berjalan secara optimal.
Copyrights © 2026