Kegiatan pembelajaran biologi di sekolah tidak hanya di dalam kelas, namun juga memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber belajar. Sumber belajar yang berasal dari lingkungan salah satunya bahan organik dari tumbuhan seperti dedaunan dan bunga. Bahan organik tersebut dapat dijadikan media pembelajaran bagi siswa yang memanfatkan bentuk dan zat warna untuk membuat motif yang unik dan estetik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa SMA Negeri 2 Bengkulu Selatan dalam bidang seni terapan yang ramah lingkungan melalui pelatihan teknik ecoprint pounding. Pelatihan ini memanfaatkan potensi alam lokal seperti daun, bunga, dan bahan alami lainnya yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar siswa. Pelaksanaan kegiatan melibatkan sesi edukasi tentang konsep ecoprint pounding hubungan antara kreativitas dan keberlanjutan lingkungan, serta kaitannya dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Metode pelatihan akan dilakukan secara partisipatif melalui pendekatan ceramah, diskusi, demonstrasi, dan praktik langsung. Peserta akan diajak membuat produk ecoprint sederhana seperti tote bag, atau kain hias. Hasil karya siswa juga direncanakan untuk dipamerkan dalam kegiatan penutupan sebagai bentuk apresiasi dan motivasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan siswa SMA negeri 2 Bengkulu Selatan meningkat, tingkat pemahaman siswa mmendapat persentase sebesar 87,27& dan tingkat kepuasan siswa mendapat persentase sebesar 93,91 %. Dampak pelatihan ecoprint metode pounding ini dapat dijadikan media salah satu media pebelajaran berbasis linkungan dan mendukung mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
Copyrights © 2026