Penelitian ini dilakukan terhadap 10 lansia di wilayah kerja Puskesmas Kayon menunjukkan bahwa sebagian besar lansia belum memahami hipertensi dan risiko komplikasinya. Sebanyak 7 dari 10 lansia tidak mengetahui komplikasi jangka panjang hipertensi, 6 dari 10 lansia tidak memahami target tekanan darah yang harus dicapai, dan 7 dari 10 lansia memiliki persepsi yang keliru mengenai terapi farmakologis jangka panjang. Hipertensi pada lansia berkaitan dengan penurunan fungsi tubuh dan gaya hidup yang kurang sehat, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius. Tingkat pengetahuan menjadi faktor penting dalam pengendalian penyakit ini. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi di Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi 45 lansia, dan sampel berjumlah 31 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang hipertensi, yaitu sebanyak 19 responden (61,29%), pengetahuan cukup sebanyak 8 responden (25,81%), dan pengetahuan kurang sebanyak 4 responden (12,90%). Mayoritas responden berusia 60–74 tahun dan berpendidikan SMA. Penelitian ini adalah tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi tergolong baik. Namun, masih terdapat lansia dengan pengetahuan cukup dan kurang sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, terutama terkait pemeriksaan tekanan darah secara rutin.
Copyrights © 2026