Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Hubungan Motivasi ibu dengan Pemilihan Metode Kontrasepsi Rizki Muji Lestari; Lensi Natalia Tambunan
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.428

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk Indonesia yang tinggi merupakan permasalahan yang besar dan perlu penanganan yang sungguh-sungguh dari semua pihak masyarakat dan pemerintah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi di Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Teknik Sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Dari hasil analisis data menggunakan Chi Square didapatkan ada hubungan antara motivasi ibu dengan pemilihan metode kontrasepsi (p = 0,000) dan ada hubungan antara dukungan suami dengan pemilihan metode kontrasepsi (0,004). Penelitian ini menunjukkan hasil bahwa motivasi ibu dalam pemilihan metode kontrasepsi mayoritas memiliki motivasi tinggi. Hal ini bisa terjadi karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti tingkat pendidikan, usia, maupun paritas.
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Di Posyandu Kemuning Evie Trihartiningsih; Lensi Natalia Tambunan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 1 No. 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v1i1.146

Abstract

Lansia akan mengalami kemunduran terutama di bidang kemampuan fisik sehinggga mengakibatkan timbulnya gangguan dalam hal mencukupi kebutuhan sehari-harinya yang berakibat dapat meningkatkan ketergantungan untuk memerlukan bantuan orang lain. Salah satu cara untuk memperbaiki kesehatan lansia adalah dengan senam lansia. Senam lansia membuat tubuh agar tetap bugar dan tetap segar sehingga bermanfaat untuk menghambat proses degeneratif/penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di Posyandu Kemuning Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group design.. Populasi penelitian ini adalah 42 lansia di Posyandu Kemuning Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling dan uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji McNemar Test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh senam lansia terhadap peningkatan kualitas hidup lansia.
Literature Review Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Hidup Lansia Lensi Natalia Tambunan; Evie Trihartiningsih
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 1 No. 3 (2023): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v1i3.153

Abstract

Pendahuluan: Kualitas Kesehatan, kondisi fisik dan kondisi social memiliki dampak terhadap peningkatan usia harapan hidup, sehingga peningkatan usia harapan hidup tercermin dari semakin meningkatnya jumlah penduduk lansia dari tahun ke tahun. Perubahan yang terjadi pada lansia cenderung akan mengalami penurunan fisik, psikologi dan psikososial. Perlunya tindakan aktifitas fisik yang dapat menjangkau seluruh aspek yang mengalami penurunan. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi pengaruh aktifitas fisik terhadap kualitas hidup lansia. Metode penelitian: Dengan menggunakan literature review sebagai panduan pencarian artikel penelitian diperoleh dari internet dengan menggunkan Google Scholar. Hasil: Analisis dari 10 artikel penelitian yang terpilih menunjukan bahwa Aktifitas fisik berpengaruh pada kualitas hidup lansia. Lansia diharapkan selalu beraktifitas fisik seperti berjalan, berolah raga, bergerak sehingga tubuh menjadi sehat dan bugar serta kualitas hidup menjadi lebih baik. Selain itu, perlu dilakukannya pemeriksaan Kesehatan rutin, kegiatan keagamaan yang diikuti oleh lansia serta mengikuti kegiatan peltihan seperti pelatihan keterampilan dan kesempatan untuk menyalurkan hobi. Kesimpulan:Hasil dari literature review ini bahwa kualitas hidup lansia dipengaruhi oleh aktifitas fisik. Menjaga kesehatan fisik, mental, spiritual dan sosial maka seseorang dapat memilih masa tua yang lebih membahagiakan dan terhindar dari banyak masalah kesehatan sehingga akan tercapai kualitas hidup yang baik. 
Pengaruh Senam Lansia Terhadap Peningkatan Kualitas Hidup Lansia Di Posyandu Kemuning Evie Trihartiningsih; Lensi Natalia Tambunan
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 1 No. 1 (2023): Januari - Maret
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v1i1.146

Abstract

Lansia akan mengalami kemunduran terutama di bidang kemampuan fisik sehinggga mengakibatkan timbulnya gangguan dalam hal mencukupi kebutuhan sehari-harinya yang berakibat dapat meningkatkan ketergantungan untuk memerlukan bantuan orang lain. Salah satu cara untuk memperbaiki kesehatan lansia adalah dengan senam lansia. Senam lansia membuat tubuh agar tetap bugar dan tetap segar sehingga bermanfaat untuk menghambat proses degeneratif/penuaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh senam lansia terhadap peningkatan kualitas hidup lansia di Posyandu Kemuning Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Desain penelitian ini menggunakan desain eksperimen dengan rancangan pretest-posttest one group design.. Populasi penelitian ini adalah 42 lansia di Posyandu Kemuning Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Teknik sampling yang digunakan adalah Purposive sampling dan uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah uji McNemar Test. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada pengaruh senam lansia terhadap peningkatan kualitas hidup lansia.
Literature Review Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Kualitas Hidup Lansia Lensi Natalia Tambunan; Evie Trihartiningsih
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 1 No. 3 (2023): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v1i3.153

Abstract

Pendahuluan: Kualitas Kesehatan, kondisi fisik dan kondisi social memiliki dampak terhadap peningkatan usia harapan hidup, sehingga peningkatan usia harapan hidup tercermin dari semakin meningkatnya jumlah penduduk lansia dari tahun ke tahun. Perubahan yang terjadi pada lansia cenderung akan mengalami penurunan fisik, psikologi dan psikososial. Perlunya tindakan aktifitas fisik yang dapat menjangkau seluruh aspek yang mengalami penurunan. Tujuan penelitian: Untuk mengidentifikasi pengaruh aktifitas fisik terhadap kualitas hidup lansia. Metode penelitian: Dengan menggunakan literature review sebagai panduan pencarian artikel penelitian diperoleh dari internet dengan menggunkan Google Scholar. Hasil: Analisis dari 10 artikel penelitian yang terpilih menunjukan bahwa Aktifitas fisik berpengaruh pada kualitas hidup lansia. Lansia diharapkan selalu beraktifitas fisik seperti berjalan, berolah raga, bergerak sehingga tubuh menjadi sehat dan bugar serta kualitas hidup menjadi lebih baik. Selain itu, perlu dilakukannya pemeriksaan Kesehatan rutin, kegiatan keagamaan yang diikuti oleh lansia serta mengikuti kegiatan peltihan seperti pelatihan keterampilan dan kesempatan untuk menyalurkan hobi. Kesimpulan:Hasil dari literature review ini bahwa kualitas hidup lansia dipengaruhi oleh aktifitas fisik. Menjaga kesehatan fisik, mental, spiritual dan sosial maka seseorang dapat memilih masa tua yang lebih membahagiakan dan terhindar dari banyak masalah kesehatan sehingga akan tercapai kualitas hidup yang baik. 
Gambaran Pengetahuan Ibu Pekerja Dalam Pemberian Asi  Eksklusif Pada Bayi Umur 0-6 Bulan Di Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Yany Puspita Sari; Lensi Natalia Tambunan; Harta
Journal of Health and Medical Science Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Health and Medical Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jhms.v2i1.1753

Abstract

ASI eksklusif merupakan kebutuhan penting bagi bayi selama enam bulan pertama kehidupan, karena berperan dalam pertumbuhan, perkembangan, dan peningkatan daya tahan tubuh. Namun, praktik ASI eksklusif pada ibu bekerja sering terkendala oleh tuntutan pekerjaan, kurangnya fasilitas laktasi, serta keterbatasan pengetahuan mengenai manajemen ASI. Di wilayah Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya, ibu bekerja menjadi kelompok yang memerlukan perhatian khusus dalam aspek edukasi ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu bekerja tentang ASI eksklusif pada bayi usia 0–6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 44 ibu bekerja yang memiliki bayi usia 0–6 bulan. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner berisi 32 pertanyaan terkait pengetahuan ASI eksklusif dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada usia 21–35 tahun (63,64%), bekerja di sektor swasta (43,18%), dan memperoleh informasi dari tenaga kesehatan (59,09%). Tingkat pengetahuan responden berada pada kategori baik sebesar 93,18%, dan 6,82% berada pada kategori cukup.Pengetahuan ibu bekerja tentang ASI eksklusif tergolong sangat baik. Edukasi dari tenaga kesehatan dan akses informasi memainkan peran penting dalam peningkatan pengetahuan tersebut. Upaya edukasi yang berkelanjutan tetap diperlukan agar praktik ASI eksklusif dapat diterapkan secara optimal.
Gambaran Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Prenatal Gentle Yoga Di Praktik Mandiri Bidan A (PMB A) Kota Palangka Raya Fitriani Ningsih; Evie Trihartiningsih; Lensi Natalia Tambunan; Danty Mahedarani
Journal of Health and Medical Science Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Health and Medical Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jhms.v2i1.1757

Abstract

Nyeri Punggung Bawah yang paling banyak dilaporkan, terjadi dengan presentase 60% hingga mencapai 90% pada ibu hamil trimester III dan merupakan salah satu penyebab angka kejadian persalinan sesar. Berdasarkan data di Indonesia sejak tahun 2020 hingga tahun 2021. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan ibu hamil tentang prenatal gentle yoga di PMB A kota Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 35 ibu hamil yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan cukup tentang prenatal gentle yoga dengan jumlah 15 orang responden (42,9%), responden memiliki pengetahuan kurang berjumlah 11 orang (31,4%), dan responden memiliki pengetahuan baik berjumlah 9 orang (25,7%). Sebagian besar ibu hamil di PMB A Kota Palangka Raya memiliki pengetahuan cukup tentang prenatal gentle yoga. Bagi tenaga kesehatan agar memberikan penyuluhan rutin melalui kelas ibu hamil dan praktik langsung, sehingga ibu hamil memiliki pemahaman dan keterampilan yang lebih baik dalam menerapkan prenatal gentle yoga.
Gambaran Pengetahuan Suami Tentang Asi Eksklusif Pada Bayi Umur 0-6 Bulan Di Puskesmas Panarung Cindi Patikasari; Lensi Natalia Tambunan; Dian Purnama Putri
Journal of Health and Medical Science Vol. 2 No. 1 (2026): Journal of Health and Medical Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jhms.v2i1.1758

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan nutrisi terbaik bagi bayi usia 0–6 bulan karena mengandung zat gizi dan antibodi yang mendukung tumbuh kembang serta daya tahan tubuh bayi. Namun, cakupan ASI eksklusif di Kota Palangka Raya masih rendah, yaitu 42,73% pada tahun 2023, jauh di bawah target nasional 80%. Salah satu faktor yang memengaruhi rendahnya pemberian ASI eksklusif adalah kurangnya pengetahuan dan dukungan dari suami terhadap proses menyusui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan suami tentang ASI eksklusif di Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai pentingnya peran dan dukungan suami dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif kepada bayi usia 0–6 bulan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 63 orang suami yang memiliki bayi usia 0–6 bulan di Puskesmas Panarung, dan diambil 39 responden sebagai sampel menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dan dianalisis secara univariat menggunakan distribusi frekuensi. Sebagian besar suami memiliki tingkat pengetahuan kurang sebanyak 26 responden (66,7%), cukup sebanyak 8 responden (20,5%), dan baik sebanyak 5 responden (12,8%). Tingkat pengetahuan suami tentang ASI eksklusif di Puskesmas Panarung tergolong rendah. Diperlukan peningkatan edukasi dan penyuluhan kepada suami agar dapat mendukung istri dalam pemberian ASI eksklusif dan meningkatkan cakupan ASI di masyarakat.
Tingkat Pengetahuan Tentang Hipertensi Pada Lansia di Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Siti Nabilla Putri; Lensi Natalia Tambunan; Harta
Journal of Health and Medical Science Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Health and Medical Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jhms.v2i2.2092

Abstract

Penelitian ini dilakukan terhadap 10 lansia di wilayah kerja Puskesmas Kayon menunjukkan bahwa sebagian besar lansia belum memahami hipertensi dan risiko komplikasinya. Sebanyak 7 dari 10 lansia tidak mengetahui komplikasi jangka panjang hipertensi, 6 dari 10 lansia tidak memahami target tekanan darah yang harus dicapai, dan 7 dari 10 lansia memiliki persepsi yang keliru mengenai terapi farmakologis jangka panjang. Hipertensi pada lansia berkaitan dengan penurunan fungsi tubuh dan gaya hidup yang kurang sehat, sehingga meningkatkan risiko komplikasi serius. Tingkat pengetahuan menjadi faktor penting dalam pengendalian penyakit ini. Untuk mengetahui tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi di Puskesmas Kayon Kota Palangka Raya Tahun 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan populasi 45 lansia, dan sampel berjumlah 31 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan baik tentang hipertensi, yaitu sebanyak 19 responden (61,29%), pengetahuan cukup sebanyak 8 responden (25,81%), dan pengetahuan kurang sebanyak 4 responden (12,90%). Mayoritas responden berusia 60–74 tahun dan berpendidikan SMA. Penelitian ini adalah tingkat pengetahuan lansia tentang hipertensi tergolong baik. Namun, masih terdapat lansia dengan pengetahuan cukup dan kurang sehingga diperlukan peningkatan edukasi kesehatan, terutama terkait pemeriksaan tekanan darah secara rutin.  
Asuhan Kebidanan Pada Ibu Nifas Dengan Masalah Bendungan AsiDi Praktik Mandiri Bidan “S” Palangka Raya Rosalia; Lensi Natalia Tambunan; Fitriani Ningsih
Journal of Health and Medical Science Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Health and Medical Science
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jhms.v2i2.2094

Abstract

Bendungan ASI merupakan masalah laktasi yang sering dialami ibu nifas dan dapat menyebabkan nyeri, ketidaknyamanan, serta mengganggu pemberian ASI eksklusif. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu nifas dengan bendungan ASI menggunakan tujuh langkah manajemen kebidanan Varney. Studi kasus dilakukan selama tiga hari di PMB “S” Kota Palangka Raya melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan pencatatan perkembangan. Intervensi meliputi edukasi teknik menyusui, perawatan payudara, pijat laktasi, serta anjuran nutrisi dan mobilisasi. Hasil menunjukkan adanya perbaikan berupa berkurangnya nyeri, payudara lebih lunak, ASI keluar lancar, dan bayi dapat menyusu dengan optimal. Disimpulkan bahwa asuhan kebidanan komprehensif, terutama pijat laktasi dan edukasi menyusui, efektif mengatasi bendungan ASI serta mendukung keberhasilan menyusui.