Penurunan tingkat kebugaran jasmani pada remaja menjadi permasalahan yang semakin meningkat seiring dengan perubahan gaya hidup yang cenderung kurang aktif serta meningkatnya perilaku sedentary. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, indeks massa tubuh (IMT), dan kebugaran jasmani pada siswa di SMP Negeri 13 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Sampel penelitian berjumlah 98 siswa yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan meliputi kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) untuk mengukur aktivitas fisik, pengukuran tinggi dan berat badan untuk menentukan IMT, serta Tes Kebugaran Jasmani Indonesia (TKJI) untuk mengukur kebugaran jasmani. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara aktivitas fisik dengan kebugaran jasmani (r = 0,721; p = 0,000), serta hubungan negatif yang signifikan antara IMT dengan kebugaran jasmani (r = -0,538; p = 0,000). Selain itu, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan IMT secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kebugaran jasmani (R = 0,782; R Square = 0,611; Adjusted R Square = 0,603; p = 0,000). Secara parsial, aktivitas fisik memiliki pengaruh positif (β = 0,598; t = 7,680; p = 0,000), sedangkan IMT memiliki pengaruh negatif (β = -0,312; t = -4,070; p = 0,000) terhadap kebugaran jasmani. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dan IMT merupakan faktor yang berhubungan dan berkontribusi terhadap kebugaran jasmani siswa. Siswa dengan aktivitas fisik yang tinggi dan IMT yang normal cenderung memiliki tingkat kebugaran jasmani yang lebih baik.
Copyrights © 2026