Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan lateks terhadap karakteristik campuran aspal menggunakan metode Marshall. Parameter yang diuji meliputi kadar aspal optimum (Optimum Asphalt Content/OAC), stabilitas Marshall, flow, Marshall Quotient (MQ), densitas kering, serta karakteristik volumetrik yang mencakup Void in Mix (VIM), Void in Mineral Aggregate (VMA), dan Void Filled with Asphalt (VFA). Hasil pengujian menunjukkan bahwa OAC pada campuran tanpa lateks adalah 5,60%, sedangkan dengan penambahan lateks meningkat menjadi 5,70%. Nilai stabilitas Marshall sedikit menurun dari 1021,0 kg menjadi 998,3 kg, sedangkan nilai flow menurun dari 3,67 mm menjadi 3,57 mm. Nilai MQ meningkat dari 278,23 kg/mm menjadi 279,63 kg/mm, menunjukkan peningkatan kekakuan campuran dengan penambahan lateks. Selain itu, densitas kering meningkat dari 2,261 g/cc menjadi 2,272 g/cc. Untuk karakteristik volumetrik, nilai VIM meningkat dari 4,87% menjadi 4,97%, nilai VMA meningkat dari 15,65% menjadi 17,92%, sementara nilai VFA menurun dari 68,90% menjadi 65,88%. Secara keseluruhan, penambahan lateks pada campuran aspal memberikan pengaruh positif terhadap sifat volumetrik dan kekakuan campuran, meskipun stabilitas cenderung sedikit menurun. Hal ini menunjukkan bahwa lateks memiliki potensi untuk digunakan sebagai aditif guna meningkatkan kinerja dan daya tahan campuran aspal pada aplikasi perkerasan jalan
Copyrights © 2025