Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat kemandirian dan keberlanjutan fiskal pemerintah daerah. Struktur PAD yang kuat dan terdiversifikasi memungkinkan daerah memiliki kapasitas yang lebih besar dalam membiayai pembangunan dan pelayanan publik secara berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur Pendapatan Asli Daerah serta dampaknya terhadap keberlanjutan fiskal kabupaten/kota di Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menganalisis data realisasi PAD dan komposisi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) pada lima belas kabupaten/kota di Jawa Barat tahun 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur PAD masih didominasi oleh penerimaan dari pajak daerah, sementara ketergantungan terhadap dana transfer dari pemerintah pusat relatif tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa kapasitas fiskal daerah belum sepenuhnya ditopang oleh sumber pendapatan yang beragam dan berkelanjutan. Struktur pendapatan yang kurang terdiversifikasi berpotensi meningkatkan kerentanan fiskal, terutama apabila terjadi perubahan kebijakan transfer atau ketidaktepatan dalam perencanaan pendapatan. Oleh karena itu, penguatan kualitas perencanaan fiskal, optimalisasi potensi PAD, dan diversifikasi sumber pendapatan daerah menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kemandirian fiskal dan menjaga keberlanjutan pembangunan daerah.
Copyrights © 2026