Kemiskinan merupakan permasalahan multidimensional yang dapat menghambat peningkatan kualitas hidup masyarakat, termasuk dalam memperoleh akses pendidikan yang layak. Sebagai upaya pengentasan kemiskinan, pemerintah Indonesia melaksanakan Program Keluarga Harapan (PKH) yang memberikan bantuan sosial bersyarat untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin, khususnya di bidang pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Keluarga Harapan pada bidang pendidikan sebagai upaya pengurangan kemiskinan di Desa Wadungasih. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh melalui studi dokumen dan berbagai sumber literatur yang relevan. Analisis dilakukan menggunakan model implementasi kebijakan dari George C. Edward III yang menitikberatkan pada empat dimensi utama, yaitu komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi PKH di bidang pendidikan telah berkontribusi dalam meningkatkan akses dan partisipasi pendidikan keluarga penerima manfaat. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala administratif dan teknis yang memengaruhi efektivitas program. Faktor komunikasi yang belum optimal, keterbatasan sumber daya, serta tantangan koordinasi birokrasi menjadi hambatan yang perlu mendapat perhatian. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan PKH tidak hanya ditentukan oleh penyaluran bantuan, tetapi juga oleh kualitas implementasi kebijakan dan sinergi antaraktor yang terlibat dalam pelaksanaannya.
Copyrights © 2026