Representasi kemiskinan dalam karya sastra tidak hanya dibangun melalui alur dan tokoh, tetapi juga melalui pilihan bahasa yang membentuk makna secara tekstual. Namun, kajian yang menghubungkan kohesi leksikal dengan representasi realitas sosial dalam cerpen Indonesia masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi kemiskinan dalam cerpen Bidar karya Tiara Sari melalui kajian kohesi leksikal berdasarkan teori Halliday dan Hasan. Penelitian menggunakan pendekatan linguistik fungsional sistemik dengan metode kualitatif deskriptif. Data berupa satuan-satuan lingual yang mengandung unsur kohesi leksikal dianalisis menggunakan teknik analisis wacana untuk mengidentifikasi pola hubungan makna dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa repetisi dan kolokasi merupakan bentuk kohesi leksikal yang paling dominan dalam membangun representasi kemiskinan, terutama melalui leksikon yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. Sementara itu, sinonimi memperkuat dimensi emosional tokoh, dan hiponimi memperlihatkan keterbatasan pilihan hidup yang dihadapi masyarakat miskin. Temuan ini menunjukkan bahwa kohesi leksikal tidak hanya berfungsi menjaga kepaduan teks, tetapi juga menjadi strategi linguistik yang merepresentasikan realitas sosial dan memperkuat kritik terhadap kondisi kemiskinan dalam karya sastra.
Copyrights © 2026