Representasi kematian dalam karya sastra tidak hanya merefleksikan peristiwa biologis, tetapi juga mengonstruksi makna simbolik, emosional, dan kultural yang dipengaruhi oleh pengalaman manusia. Meskipun tema kematian telah banyak dikaji dalam kritik sastra, pendekatan semantik kognitif untuk menjelaskan konseptualisasi makna kematian dalam teks sastra masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis konseptualisasi makna kematian dalam cerpen Everything That Is Dead Must Be Buried melalui perspektif semantik kognitif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan menganalisis satuan-satuan lingual yang merepresentasikan kematian melalui identifikasi representasi leksikal, metafora konseptual, dan skema kognitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kematian dikonsepsikan sebagai kepulangan, tidur, trauma kolektif, dan ruang spiritual yang dibangun melalui pengalaman tubuh (embodied experience), memori budaya, dan konteks sosial. Metafora konseptual tersebut memperlihatkan bahwa makna kematian bersifat dinamis dan kontekstual, bukan sekadar representasi leksikal. Temuan ini memperkaya kajian semantik kognitif dalam sastra sekaligus memberikan kontribusi bagi pengembangan bahan ajar semantik berbasis teks sastra di pendidikan tinggi.
Copyrights © 2026