Penelitian ini mengkaji interpretasi la‘ibin dan bil-haqq dalam Q.S. Ad-Dukhan 38-39: melalui analisis komparatif tafsir klasik dan modern, serta implikasinya bagi pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi komparatif (muqaran) melalui studi kepustakaan (library research). Sumber utama penelitian ini berasal dari beberapa karya tafsir klasik dan modern, sedangkan sumber sekunder diambil dari buku, artikel ilmiah, dan literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tafsir klasik dan modern sepakat dalam menegaskan bahwa penciptaan langit, bumi, dan segala yang ada di antaranya tidak terjadi dengan main-main atau sia-sia. Konsep la‘ibin menunjukkan bahwa penciptaan alam semesta tidak bersifat sia-sia, lalai, atau tanpa tujuan, melainkan al-haqq, yaitu berdasarkan kebenaran, keteraturan, kebijaksanaan dan pertanggungjawaban. Tafsir klasik lebih menekankan aspek keimanan, kebangkitan, pahala, dan siksa, sedangkan tafsir modern memperluas makna ayat tersebut ke arah keteraturan alam, kesadaran ilmiah, etika, dan pendidikan, sehingga implikasinya dalam pendidikan Islam kontemporer perlu mendorong peserta didik agar lebih aktif, kreatif, inovatif, reflektif, berilmu dan bertanggung jawab dengan tetap berlandaskan nilai-nilai ilahi.
Copyrights © 2026