Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Mengintegrasikan Segitiga Tali Temali Perkawinan Perspektif Qs. Ar-Rum: 21 dan Teori Cinta Robert Sternberg Sony Pranata; Komarudin Sassi
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 8, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v8i3.9096

Abstract

Tingginya angka perceraian di Indonesia dan terbatasnya model konseptual yang memadukan perspektif wahyu dengan psikologi modern mencerminkan kesenjangan teoritis yang signifikan dalam kajian perkawinan Islam. Penelitian-penelitian sebelumnya, seperti Hasanah (2021) dan Karimah (2022) membahas konsep sakinah, mawaddah, rahmah, dan Teori Cinta Segitiga Sternberg secara terpisah sehingga belum menghasilkan model integratif yang operasional. Penelitian ini bertujuan membangun model konseptual integratif berbasis tafsir maudhu?i yang menghubungkan ketiga elemen perkawinan QS. Ar-Rum: 21 mawaddah, rahmah, dan sakinah dengan komponen passion, intimacy, dan commitment dalam Teori Cinta Segitiga Sternberg. Metode yang digunakan adalah tafsir maudhu?i dengan analisis semantik, elaborasi tafsir klasik-kontemporer, dan integrasi kritis antara nalar Qur’ani dan psikologi modern. Hasil penelitian menghasilkan model “Segitiga Perkawinan Islami” yang menempatkan tawakkul sebagai pusat energi relasional dengan tiga sudut: mawaddah-passion (dimensi aktif-ekspresi), rahmah intimacy (dimensi emosional-spiritual), dan sakinah-commitment (dimensi stabilitas-transendensi). Model ini melampaui teori Sternberg karena mengintegrasikan dimensi transenden-ilahi yang tidak dimiliki teori psikologi sekuler. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan kerangka bimbingan dan konseling perkawinan berbasis nilai Islam yang holistik..
Studi Komparasi Refleksi Kontekstual QS. Yunus 40–41 dan Asy-Syura 15 Tentang Pluralisme Kontemporer Sosiologis-Integratif Askweni; Komarudin Sassi
PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology Vol. 6 No. 3 (2026): PEDAGOGIC: Indonesian Journal of Science Education and Technology (In-Press)
Publisher : Lembaga Intelektual Muda (LIM) Maluku

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the concept of pluralism in QS. Yunus: 40–41 and QS. Asy-Shura: 15 through a sociological-integrative approach. The study uses a library research method with an analytical-comparative design and a Muqāran approach to compare the interpretations of classical and contemporary commentators. Primary data are in the form of verses of the Qur'an and commentaries, while secondary data are obtained from journals, books, and literature related to pluralism and the sociological theory of religion. Data collection is carried out through documentation studies, then analyzed through the stages of verse identification, comparative interpretations, linguistic analysis, sociological interpretation using Durkheim and Berger's theories, and drawing conceptual synthesis. The results show that QS. Yunus: 40–41 emphasizes the recognition of religious plurality as sunnatullah, while QS. Asy-Shura: 15 emphasizes the principles of justice, dialogue, and non-coercion in religious life. This study also found a shift in interpretation from an exclusive-theological to an inclusive-contextual style. Thus, these two verses form a model of inclusive-dialogical pluralism that can become the theological foundation for religious moderation in the contemporary era.  
Studi Komparasi QS. Al-Jasiyah Ayat 15 Dan QS. Fussilat Ayat 46 Tentang Nilai-Nilai Masuliyah Fardhiyyah Amelia Ramadhani; Komarudin Sassi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.706

Abstract

Penelitian ini menghadirkan studi komparasi mengenai prinsip tanggung jawab individual (masuliyah fardhiyyah) dalam QS. Al-Jasiyah ayat 15 dan QS. Fussilat ayat 46. Melalui analisis hermeneutis yang komprehensif, kajian ini mengeksplorasi bagaimana kedua ayat tersebut menggunakan strategi retorika yang berbeda namun saling melengkapi dalam merepresentasikan konsep akuntabilitas. Hasil penelitian membuktikan bahwa terlepas dari perbedaan fokus penyampaian, kedua ayat ini secara kohesif membangun doktrin tanggung jawab otonom yang membebaskan individu dari intervensi atau ketergantungan eksternal. Kesimpulannya, masuliyah fardhiyyah bukan sebatas doktrin teologis, melainkan prinsip universal yang mengatur etika dan martabat manusia, serta tetap sangat relevan untuk merespons tantangan sosial, hukum, dan spiritual di era kontemporer.